Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akses Pelatihan Kerja Disabilitas Masih Terbatas, YaSDI Dapat Dukungan
Bank Jakarta berikan dukungan akses pada YASDI/ dok Bank Jakarta
  • Akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia masih terbatas, mendorong YaSDI memperkuat program peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi melalui kolaborasi lintas pihak.
  • Bank Jakarta memberikan bantuan penunjang pelatihan kepada YaSDI sebagai bagian dari HUT ke-65, menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan dan akses inklusif bagi penyandang disabilitas.
  • Dukungan ini dinilai berdampak langsung pada peningkatan kapasitas peserta pelatihan, memperkuat upaya menciptakan ekosistem inklusif agar penyandang disabilitas lebih mandiri secara ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
26 April 2026

Pada momentum HUT ke-65 Bank Jakarta, lembaga tersebut menyerahkan bantuan penunjang pelatihan kepada Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI) di PPKD Jakarta Timur. Bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun dan wujud kepedulian terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.

kini

YaSDI terus memperkuat program pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas dengan dukungan berbagai pihak. Upaya ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI) menerima bantuan penunjang pelatihan kerja dari Bank Jakarta untuk memperkuat program pemberdayaan penyandang disabilitas.
  • Who?
    Bantuan diberikan oleh Bank Jakarta melalui Direktur Kepatuhan Ateng Rivai dan diterima oleh Ketua Pembina YaSDI, Suty Karno.
  • Where?
    Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, kawasan Duren Sawit.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-65 Bank Jakarta.
  • Why?
    Dukungan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas agar memiliki akses lebih baik terhadap pelatihan dan peluang kemandirian ekonomi.
  • How?
    Bantuan diserahkan secara simbolis dalam kegiatan kolaboratif antara dunia usaha dan komunitas difabel untuk memperkuat sarana pelatihan kerja yang dijalankan YaSDI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang difabel di Indonesia masih susah ikut latihan kerja. Terus ada Yayasan namanya YaSDI yang bantu mereka biar bisa belajar dan kerja sendiri. Sekarang Bank Jakarta kasih bantuan ke YaSDI pas ulang tahun bank itu. Bantuan ini buat alat dan tempat latihan di Jakarta Timur supaya teman-teman difabel bisa makin pintar dan mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dukungan Bank Jakarta terhadap program pelatihan kerja Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia menunjukkan tumbuhnya kepedulian nyata terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sarana pelatihan, tetapi juga menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, di mana keterampilan dan kemandirian ekonomi difabel dapat berkembang secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Keterbatasan sarana dan dukungan membuat upaya peningkatan keterampilan serta kemandirian ekonomi belum merata.

Kondisi ini yang mendorong Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI) terus memperkuat program pelatihan bagi para penyandang disabilitas, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Terbaru, YaSDI menerima bantuan penunjang pelatihan dari Bank Jakarta yang diserahkan secara simbolis di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Duren Sawit.

1. Disabilitas dapat akses pada keterampilan yang lebih baik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 di TIM, Senin (3/11/2025). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, mengatakan pemberian bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-65 Bank Jakarta sekaligus wujud kepedulian terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Pada momentum HUT ke-65 Bank Jakarta, kami ingin berbagi manfaat yang lebih luas. Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sahabat disabilitas agar memiliki akses yang lebih baik terhadap pelatihan, keterampilan, dan peluang untuk mandiri,” ujar Ateng dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4/2026).

2. Pemberdayaan disabilitas ciptakan pembangunan inklusif

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 di TIM, Senin (3/11/2025). (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Menurutnya, pemberdayaan disabilitas menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas dinilai perlu terus diperkuat.

"Karena itu, Bank Jakarta ingin terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong terciptanya ekosistem yang inklusif," ucapnya.

3. Program pemberdayaan disabilitas sangat dibutuhkan

Penyanyi Jun Bintang mengajak dua peserta dengan disabilitas netra dan intelektual nyanyi bersama di atas panggung. (IDN Times/Yuko Utami)

Ketua Pembina YaSDI, Suty Karno, menyambut baik. Ia menilai dukungan terhadap sarana pelatihan akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas para peserta.

“Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung sarana pelatihan dan memperkuat program pemberdayaan yang kami jalankan bagi sahabat disabilitas,” kata dia.

Sebagai informasi, YaSDI merupakan lembaga yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan kerja, kegiatan sosial, hingga advokasi kepada pemerintah. Program pelatihan yang dijalankan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekaligus daya saing peserta di dunia kerja.

Upaya seperti ini dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong terciptanya ekosistem yang lebih inklusif, di mana penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.

Editorial Team