Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026).
Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Intinya sih...

  • Sekolah Garuda tidak dibangun di Pulau Jawa karena daerah-daerah di luar Jawa minim fasilitas pendidikan yang baik, seperti Nusa Tenggara Timur, Belitung Timur, dan Kaltara.

  • Fenomena menyekolahkan anak ke negeri tetangga juga jadi pertimbangan apalagi jika anak itu punya kemampuan akademis yang bagus.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemendikti Saintek, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan alasan tidak ada Sekolah Garuda yang dibangun di Pulau Jawa. Pada proses pembangunannya, sudah ada empat lokasi SMA Unggul Garuda Baru 2026 yang dibangun pemerintah dan bakal beroperasi pada Juni 2026.

"Sekolah Garuda itu tidak dibangun di Jawa, tapi di daerah-daerah yang punya potensi, tetapi minim fasilitas pendidikan yang baik," kata dia di kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

1. Ada yang disekolahkan di negeri tetangga

Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dengan demikian, kata dia, dijajakilah wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa. Dia mencontohkan di Kota Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang agak sulit ditemukan sekolah yang bagus.

"Kemudian kita pergi ke Belitung Timur, tempatnya Laskar Pelangi kayak gitu, ya. Sekolah yang bagus itu juga dulu pernah ada apa namanya Timah itu ya, SMA Timah dan sebagainya, tapi kemudian sudah tidak berkembang," ujar dia

Fenomena menyekolahkan anak ke negeri tetangga juga jadi pertimbangan apalagi jika anak itu punya kemampuan akademis yang bagus.

"Kemudian kita pergi ke Kaltara, ya, orang-orang pada menyekolahkannya itu ke negara sebelah, ke Malaysia kayak gitu ya," kata dia.

2. Padahal kemampuannya tak kalah dengan anak-anak di Jawa

Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengatakan, seperti di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara hingga apua, Merauke, Manokwari, dan sebagainya, akan sulit menemukan sekolah yang dikategorikan bagus.

"Itu kita akan susah mencari sekolah-sekolah yang bagus kayak gitu ya. Padahal kita yakin banyak potensi-potensi yang ada di daerah-daerah itu yang memiliki kemampuan yang tidak kalah misalnya dengan anak-anak yang ada di Jawa," kata dia.

3. Semua daerah layak memiliki sekolah yang bagus

Bupati Lotim, Haerul Warisin saat mengunjungi lokasi pembangunan sekolah garuda (IDN Times/Istimewa)

Dia mengatakan, pemerintah juga berupaya melakukan pemerataan pendidikan. Semua daerah yang ada di Indonesia, kata dia, mendapatkan kesempatan untuk memiliki sekolah bagus yang tidak kalah dengan provinsi lain, terutama yang ada di Jawa.

"Itu yang kedua yang menjadi alasan kenapa kemudian dibangun sekolah Garuda di berbagai daerah," kata dia.

Editorial Team