Comscore Tracker

Cegah Klaster Sampoerna di Malang, Wali Kota Langsung Tinjau Pabrik

Klaster Sampoerna di Surabaya ada 63 kasus positif COVID-19

Malang, IDN Times - Munculnya klaster baru penyebaran virus corona dari pabrok rokok Sampoerna di Surabaya, membuat Pemerintah Kota Malang kini jauh lebih waspada. Tak ingin hal itu terus menyebar, Wali Kota Malang Sutiaji mendatangi pabrik rokok Sampoerna yang ada di Jl Industri Barat 2, Blimbing Kota Malang.

Kunjungan tersebut dilakukan Sutiaji untuk memastikan bahwa karyawan pabrik sudah menjalankan protokol pencegahan COVID-19 dengan baik. Seperti diberitakan IDN Times sebelumnya, 63 pegawai Sampoerna di Surabaya dinyatakan positif COVID-19 usai berkontak erat dengan 2 karyawan sebelumnya yang meninggal karena virus corona.

1. Minta manajemen Sampoerna belajar dari kejadian di Surabaya

Cegah Klaster Sampoerna di Malang, Wali Kota Langsung Tinjau PabrikIlustrasi Cara Menangani Wabah Virus Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji meminta kepada manajemen Sampoerna Malang untuk benar-benar belajar dari kejadian di Surabaya. 

"Saya sampaikan kepada manajemen untuk benar-benar mengambil pelajaran terhadap apa yang terjadi di Surabaya.  Kami tidak ingin klaster Sampoerna yang muncul di Surabaya merembet ke Malang," katanya, Senin (4/5). 

2. Sudah jalankan protokol kesehatan

Cegah Klaster Sampoerna di Malang, Wali Kota Langsung Tinjau PabrikIlustrasi (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

Saat mengunjungi lokasi pabrik, Sutiaji melihat langsung bagaimana pabrik milik PT. HM Sampoerna SKT Plant Malang itu menjalankan protokol kesehatan untuk memproteksi karyawannya.

Beberapa protokol standar seperti pemeriksaan suhu menggunakan thermo gun, mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer, hingga menjaga pola physical distancing sudah dijalankan dengan baik. Bahkan pihak manajemen juga memastikan tidak ada PHK karyawan meski pun dalam situasi seperti saat ini. 

"Kalau karyawan yang dirumahkan ada, tetapi mereka tetap menerima gaji. Karyawan yang dirumahkan adalah mereka yang rentan terpapar virus corona, termasuk di antaranya ibu hamil atau mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti gula darah, lainnya," tambah Sutiaji. 

Baca Juga: 2 Pekerja Meninggal, Sampoerna Berpotensi Jadi Klaster Baru COVID-19

3. Minta kepada para karyawan jujur terkait kesehatannya

Cegah Klaster Sampoerna di Malang, Wali Kota Langsung Tinjau PabrikPemkot Malang sudah ajukan permohonan pemberlakuan PSBB. Dok/ Humas Pemkot Malang

Sutiaji juga meminta kepada para karyawan dan manajemen untuk jujur akan kondisi kesehatannya. Hal itu untuk mencegah kemungkinan munculnya virus corona di lingkungan pabrik yang bisa memicu penyebaran lebih luas.

Dalam situasi seperti saat ini, siapa saja memang berpotensi menyebarkan virus corona. Maka dari itu, kejujuran sangat penting agar potensi penyebaran virus corona benar-benar bisa diputus. 

"Bisa saja ada yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Mungkin sebelumnya pernah bepergian ke luar kota tetapi tidak lapor, sehingga yang bersangkutan berpotensi membawa virus," sambungya. 

4. Manajemen pabrik sebut karyawannya dalam kondisi baik

Cegah Klaster Sampoerna di Malang, Wali Kota Langsung Tinjau PabrikIlustrasi rapid test COVID-19 (ANTARA FOTO/Jojon)

Sementara itu, Humas PT. HM Sampoerna SKT Plant Malang, Nazarya menjelaskan bahwa kondisi karyawannya sampai saat ini masih baik-baik saja. Tidak ada satu pun dari karyawan pabrik yang terindikasi terpapar virus corona.

Bahkan, saat kunjungan, Wali Kota Malang juga sempat dilakukan rapid test secara acak kepada 20 orang baik karyawan mau pun manajemen. Hasilnya semua negatif. 

"Tentu kami bersyukur hasil rapid test semuanya non-reaktif, yang artinya tidak ada indikasi terpapar COVID-19," tandasnya. 

Baca Juga: Ini Kronologi Temuan Klaster Sampoerna Versi Pemprov Jatim

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya