(Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Amien Rais) www.instagram.com/@amienraisofficial
Amien sempat menaruh harapan banyak terhadap konsep Revolusi Mental yang digaungkan oleh Presiden Jokowi saat awal memerintah. Dalam sebuah diskusi tahun 2014, Jokowi sempat menjelaskan revolusi mental adalah perubahan sikap warga Indonesia agar menjadi sosok yang santun, memiliki budi pekerti, ramah dan bergotong royong. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, mental seperti itu yang dapat menjadi modal bagi Indonesia dalam mencapai kesejahteraan.
"Tapi, saya juga ndak tahu kenapa, sedikit demi sedikit (karakter) itu berubah. Kita pun ndak sadar. Yang lebih parah ndak ada yang nge-rem. Yang seperti itu lah yang merusak mental," kata Jokowi pada lima tahun lalu.
Berubahnya karakter bangsa itu, kemudian menjadi akar dari munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, etos kerja tidak baik, bobroknya birokrasi hingga tidak disiplin. Ia mengatakan kalau situasi itu tetap dibiarkan, maka akan menyerap hingga ke sandi-sandi bangsa.
"Oleh sebab itu, saya menawarkan ada revolusi mental," tutur Jokowi.
Amien pun tidak membantah konsep itu memang dinilai bagus. Bahkan, proklamator Indonesia, Ir. Soekarno juga menggaungkan hal itu.
"Saya waktu masih mahasiswa awal, saya ingat Bung Karno pun menyuruh kita menyebar dan melakukan revolusi mental," katanya menjelaskan.
Tapi, lama kelamaan konsep revolusi mental itu tidak jelas. Bahkan, menurut Amien, rezim pemerintahan Jokowi tidak punya kompas moral untuk membedakan mana yang baik dan buruk.
"Jadi, saya ingin mengakhiri konsep revolusi mental itu," kata dia.