Tangerang, IDN Times - Di tengah pandemik seperti saat ini, masyarakat cenderung menjadi ‘virtual’ agar tetap bisa berinteraksi satu dengan yang lain. Ketika berbelanja, sudah banyak juga masyarakat yang condong lebih memilih berbelanja online. Aturan yang diterapkan pun berimbas ke sektor ekonomi. Alumnus MM Prasetiya Mulya yang juga CEO Ivosights, Elga Yulwardian, menyampaikan bahwa pandemik COVID-19 memberikan level impact yang berbeda-beda kepada perusahaan di industri yang berbeda.
“Misalnya, startup yang bergerak di industri travel mendapat pukulan yang sangat telak, sementara startup di bidang e-commerce atau logistik masih bisa mendapat keuntungan di tengah situasi ini,” jelasnya.
Pelaku bisnis harus bisa lentur sehingga tidak ada resistensi ketika melakukan perubahan. Level manajemen harus memutuskan strategi baru agar perusahaan tetap berlangsung. Karena itu, management skills yang komprehensif, updated, dan memiliki networking yang luas menjadi kebutuhan utama setiap perusahaan pada masa ini.
"Secara mendasar, sangat diperlukan agility, kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi supaya perusahaan dapat terus bertahan,” tambah Elga.
