Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ancaman Karhutla-El Nino, BMKG-BNPB Tebar 5 Ton Garam di Langit Sumsel
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemerintah pusat melalui BMKG dan BNPB meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.
  • Sebanyak lima ton garam disebar ke awan dari Posko SMH Palembang dalam operasi intensif 5–14 Mei, dibantu TNI AU guna menjaga kelembapan lahan gambut.
  • BMKG memantau data real-time tinggi muka air tanah lahan gambut agar penyemaian awan dilakukan tepat waktu demi mencegah kekeringan dan potensi karhutla.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kebakaran hutan yang bisa datang lagi di Sumatera Selatan. Orang-orang dari BMKG dan BNPB mau bikin hujan supaya tanahnya tidak kering dan tidak mudah terbakar. Mereka naik pesawat dan tabur garam di langit biar awan jadi hujan. Sekarang mereka terus lihat tanahnya, kalau mulai kering langsung bikin hujan lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menjadi ancaman serius bagi wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) tahun ini. Merespons status siaga darurat yang ditetapkan Gubernur Sumsel sejak 22 April lalu, pemerintah pusat bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi hujan buatan ini menjadi mitigasi untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau tiba.

1. Waspadai kombinasi maut musim kemarau dan El Nino

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mewanti-wanti ancaman karhutla tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia mengkhawatirkan terjadinya kombinasi maut antara puncak musim kemarau dan fase aktif fenomena iklim El Nino yang membuat cuaca semakin kering.

"Musim Kemarau dan El Nino itu dua fenomena yang terpisah. Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau, fase El Nino-nya sedang aktif. Kondisi inilah yang terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini. BMKG akan terus memantau agar prediksi ke depannya lebih akurat," kata Faisal dalam keterangan resminya Jumat (8/5/2026).

2. Tebar 5 ton garam di udara Sumsel

Ilustrasi - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) (Dok. Bpbd DKI)

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan operasi penyemaian awan ini dipusatkan di Posko Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang. Operasi ini dijadwalkan berlangsung secara intensif mulai 5-14 Mei mendatang.

Hingga saat ini, tim gabungan yang dibantu TNI AU telah menuntaskan lima sorti penerbangan. Dalam operasi berdurasi hampir 10 jam tersebut, mereka telah menaburkan total lima ton bahan semai garam (NaCl) ke gumpalan awan di langit Sumsel.

"Dalam eksekusi OMC di lapangan, kolaborasi antarlini berbasis data sangat dikedepankan agar penyemaian awan tepat sasaran, terutama untuk menjaga kondisi lahan gambut," ucap Tri Handoko Seto.

3. Pantau data real-time air tanah lahan gambut

Petugas ketika siap menaburkan Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) untuk modifikasi cuaca. (Dokumentasi BNPB)

Eksekusi OMC mengedepankan kolaborasi antarlini yang berbasis data saintifik. BMKG memanfaatkan data real-time tinggi muka air tanah di lahan gambut, guna menentukan kapan dan di mana penyemaian awan harus segera dilakukan.

"Jika air tanah menurun pada posisi tertentu, tim segera menyemai awan agar lahan tetap lembap dan tidak mudah terbakar," ujar Faisal.

Editorial Team