Comscore Tracker

Daftar 6 Kecamatan di Semarang dengan Kasus COVID-19 Tertinggi 

Penularan terbanyak melalui kedatangan warga dari luar kota

Semarang, IDN Times - Kasus virus corona atau COVID-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam dua pekan terakhir terus meningkat.

Berdasarkan data yang dilansir situs siagacorona.semarangkota.go.id, tren kenaikan pasien positif COVID-19 tercatat sejak Selasa (19/5) hingga Kamis (4/6) pukul 12.00 WIB. 

1. Ada enam kecamatan di Semarang yang memiliki kasus positif COVID-19 tertinggi

Daftar 6 Kecamatan di Semarang dengan Kasus COVID-19 Tertinggi Petugas medis melakukan tes swab kepada salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Kalimantan Utara, Selasa (28/4/2020). Tes swab tersebut dilakukan guna memastikan tertular atau tidaknya angota keluarga yang dinyatakan positif COVID-19. ANTARA FOTO/Fachrurrozi

Per hari ini, kasus positif COVID-19 di Semarang naik menjadi 142 orang. Berdasarkan data dari unggahan akun Instagram Dinas Kesehatan Kota Semarang @dkksemarang, dari 16 kecamatan terdapat enam kecamatan dengan kasus tertinggi, per Rabu (3/6).

Enam kecamatan tersebut antara lain Gayamsari (24 kasus), Pedurungan (23 kasus), Tembalang (9 kasus), Semarang Timur (9 kasus), Banyumanik (7 kasus), dan Semarang Utara (7 kasus). Sedangkan, saat ini hanya Kecamatan Mijen yang tidak memiliki kasus positif.

Baca Juga: [UPDATE] 6,5 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Virus Corona 

2. Empat kelurahan dengan kasus positif COVID-19 tertinggi di Semarang

Daftar 6 Kecamatan di Semarang dengan Kasus COVID-19 Tertinggi Pelaksanaan rapid test acak di Pasar Beringharjo, Kamis (4/6). IDN Times/Tunggul Damarjati

Berdasarkan data per kelurahan, dari 177 kelurahan di ibu kota Jawa Tengah ini, sebanyak 47 kelurahan terdapat kasus positif COVID-19. Sementara, kasus tertinggi terdapat di empat kelurahan yang meliputi Tlogosari Kulon (11 kasus), Tambakrejo (11 kasus), Kaligawe (8 kasus), dan Tanjungmas (5 kasus).  

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, penyebaran virus corona di tiap kecamatan dan kelurahan di Kota Semarang ini melalui kedatangan warga dari luar kota ataupun lokal transmisi. Pihaknya mencatat penularan dari luar kota sebanyak 28 kasus.

‘’Hasil tersebut diketahui setelah kami melakukan tracing dan tes massal di wilayah kelurahan ataupun kecamatan di Kota Semarang. Sehingga, kondisi itu menyebabkan jumlah kasus positif COVID-19 meningkat dalam beberapa waktu terakhir,’’ katanya saat dihubungi, Kamis (4/6).

3. Setelah muncul 6 klaster baru, tes COVID-19 massal dan tracing dilakukan setiap hari

Daftar 6 Kecamatan di Semarang dengan Kasus COVID-19 Tertinggi Ilustrasi tes swab di sebuah mal di Kota Semarang. Dok. Pemkot Semarang

Adapun, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan melakukan tracing dan tes massal setiap hari di wilayah kelurahan dan kecamatan. Tidak hanya di sana saja, tes massal rapid test dan swab test juga dilakukan di pusat keramaian seperti pasar, mal, restoran dan lainnya.

Sementara sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, setelah kemunculan enam klaster baru di Kota Semarang pihaknya juga terus berupaya melakukan tracing di lingkungan klaster penyebaran dan menjangkau semua pusat keramaian atau area publik. 

‘’Upaya ini untuk memastikan supaya terdata hasil tracing-nya. Kalau positif ya segera lakukan karantina di tempat yang kami sediakan atau di rumah masing-masing. Semua akan kami urutkan untuk memutus mata rantai penyebaran, penderita COVID-19 ini pernah ketemu siapa, rumahnya di mana, keluarganya bagaimana, kerja di mana. Setelah itu akan kami lakukan tes massal di tempat penderita berinteraksi,’’ jelasnya.

Baca Juga: Target Baru, Jokowi Minta Tes Spesimen COVID-19 Capai 20.000 Per Hari!

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya