Comscore Tracker

3 Pasar yang Jadi Klaster COVID-19 di Kota Semarang Kini Ditutup

Pasar akan disterilisasi selama 3 hari sebelum dibuka lagi

Semarang, IDN Times - 3 pasar tradisional yang kini menjadi klaster baru penyebaran virus corona di Kota Semarang, diputuskan akan ditutup selama tiga hari ke depan. 3 pasar tersebut adalah Pasar Prembaen, Pasar Jati Banyumanik, dan Pasar Burung Karimata. 

1. Pada hari Minggu nanti, pasar akan dibuka lagi

3 Pasar yang Jadi Klaster COVID-19 di Kota Semarang Kini DitutupPasar Rejomulyo atau Pasar Kobong ditutup setelah ditetapkan sebagai klaster baru COVID-19 di Kota Semarang. Dok. Pemkot Semarang

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan, tiga pasar tersebut akan ditutup sementara.

"Penutupan akan berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (3/6) sampai Sabtu (6/6)," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (3/6). 

Selama pasar tradisional tersebut ditutup, Dinas Perdagangan akan melakukan sterilisasi di ketiga lokasi klaster baru COVID-19 itu. Penyemprotan disinfektan juga akan dilakukan secara rutin.

"Setelah tiga hari disterilisasi dengan disinfektan secara rutin, nanti Minggu pagi sudah mulai beroperasi lagi," tuturnya. 

Baca Juga: 6 Klaster Baru Virus Corona Muncul di Semarang Dalam Sepekan, Waspada!

2. Setelah kembali beroperasi, pedagang dan pembeli wajib patuhi protokol kesehatan

3 Pasar yang Jadi Klaster COVID-19 di Kota Semarang Kini DitutupDinas kesehatan memeriksa suhu tubuh pengunjung di Pasar Karangayu Semarang. Dok. Satpol PP Kota Semarang

Kemudian, lanjut dia, nanti setelah berjualan lagi para pedagang wajib menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak. Kemudian, para pembeli yang masuk pasar diwajibkan mencuci tangan dengan sabun. 

Dalam hal ini Pemkot Semarang telah menyediakan tempat cuci tangan di setiap pasar tradisional. Adapun, agar penerapan protokol kesehatan ini bisa berjalan diharapkan pedagang dan pembeli lebih disiplin demi mencegah penularan COVID-19.

"Kami sudah sediakan tempat cuci tangan. Kami butuh kedisiplinan masyarakat," katanya.

3. Dinas Perdagangan akan lakukan patroli rutin ke pasar-pasar

3 Pasar yang Jadi Klaster COVID-19 di Kota Semarang Kini DitutupPelaksanaan rapid test di pasar tradisional Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara itu, Dinas Perdagangan akan terus melakukan patroli di pasar-pasar tradisional. Para petugas yang terjun di lapangan akan mengingatkan hingga menegur pedagang dan pembeli yang tidak taat pada aturan protokol kesehatan COVID-19.

‘’Pedagang yang tidak memakai masker dilarang berjualan. Begitu juga pembeli yang tidak memakai masker juga tidak diperbolehkan memasuki pasar,’’ tandas Fravarta.

Baca Juga: Klaster Pasar Kobong Semarang, Satu Pasien Tulari Corona ke 11 Orang  

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya