Direktur Wholesale & International Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba di acara Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 yang diselenggarakan IDN Times di IDN HQ, Jakarta, pada Kamis (15/1). (dok. IDN Times)
Budi Satria Dharma Purba menambahkan bahwa dunia industri bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, perusahaan membutuhkan talenta yang tidak hanya memiliki gelar, tetapi juga keterampilan yang relevan dan siap diterapkan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Telkom mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program pendidikan. Budi menyebut, Telkom membangun ekosistem pembinaan talenta yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas.
Sejumlah program yang dijalankan antara lain Digistar, pengembangan AI Center of Excellence, serta platform pembelajaran digital Pijar yang dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar dan peningkatan kompetensi. Inisiatif tersebut dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
“Kami melihat talenta bukan dari latar belakang kampusnya, tetapi dari skillset yang dimiliki. Lewat program-program ini, kami ingin memastikan lulusan punya kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri, bukan hanya secara teori,” tambahnya.
Ia pun mengatakan, program-program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung pendidikan, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sehingga lulusan dapat lebih siap menghadapi dunia kerja. Menurutnya, kolaborasi jangka panjang antara dunia pendidikan dan industri turut menjadi kunci agar lulusan dapat lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja.