Comscore Tracker

Guru Honorer di Sumenep Ancam Bunuh Jokowi

Dia memakai akun palsu

Surabaya, IDN Times - Seorang guru honorer sekolah dasar (SD) di Sumenep, Jawa Timur, Hairil Anwar diringkus Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim). Penangkapan guru 34 tahun ini lantaran tersangka melakukan tindak pidana ujaran kebencian, hingga mengancam akan membunuh Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Hairil mengunggah ujaran kebencian ke media sosial dengan akun palsu. Akibat perbuatannya, dia terancam hukuman enam tahun penjara.

1. Pelaku ditangkap saat mengajar di sekolah

Guru Honorer di Sumenep Ancam Bunuh JokowiIlustrasi (Unsplash/Nikhita S)

Kasubdit V Siber Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan pelaku berasal dari Pamekasan dan berprofesi sebagai guru di sebuah SD negeri di Sumenep.

"Dia diamankan di SD-nya saat mengajar, kemarin (18/5)," ujar dia di Mapolda Jatim, Minggu (19/5).

Baca Juga: Cegah People Power, Polresta Sidoarjo Sweeping di Terminal Bungurasih

2. Pelaku mengunggah ujaran kebencian menggunakan akun palsu

Guru Honorer di Sumenep Ancam Bunuh JokowiIDN Times/Rochmanudin

Pelaku diduga mengunggah ujaran kebencian sejak 9 Mei 2019. Ia tidak memakai akun pribadinya, melainkan menggunakan fake account atau akun palsu.

"Ada beberapa yang masih kami dalami," kata Cecep.

3. Polisi menyebut pelaku ikut-ikutan gejolak politik

Guru Honorer di Sumenep Ancam Bunuh JokowiIDN Times/Ardiansyah Fajar

Berdasarkan keterangan dari pelaku, kata Cecep, dia hanya ingin ikut-ikutan gejolak kondisi politik saat ini. "Mencoba meramaikan media sosial, juga penghinaan kepada presiden, ujaran kebencian ke tokoh yang ada di Indonesia," jelas dia.

Dalam unggahannya, selain pada Presiden Jokowi, pelaku juga menyampaikan ujaran kebencian pada Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Kata-kata kotor juga dituliskan dalam unggahan tersebut.

4. Pelaku terancam hukuman enam tahun penjara

Guru Honorer di Sumenep Ancam Bunuh JokowiIDN Times/Rochmanudin

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita satu unit telepon genggam. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Informatika dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yakni Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 A ayat 2 tentang ujaran kebencian berbau sara.

"Ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp1 miliar. Makanya kami tahan karena (hukuman) di atas lima tahun," kata Cecep.

Baca Juga: Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara Kasus Ujaran Kebencian

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You