Comscore Tracker

Makassar Bolehkan Resepsi Pernikahan, Nurdin Abdullah Tegur Pj Walkot

Kebijakan Yusran dinilai sangat berisiko dan tidak populis

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengeluarkan teguran keras pada Pj Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf, karena mengeluarkan kebijakan yang serampangan di tengah pandemik COVID-19. 

Salah satu kebijakan Yusran yang dinilai serampangan adalah membolehkan digelarnya resepsi pernikahan. Padahal, di saat yang sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang mengampanyekan kepada warganya agar beraktivitas di rumah saja.

Kebijakan Yusran dinilai sangat berisiko, tidak populis, dan sebaliknya justru akan merugikan masyarakat. 

“Kita sedang gencarnya meminta masyarakat untuk tetap di rumah saja, justru Pj Wali Kota membolehkan masyarakat berkumpul di luar dengan membolehkan pelaksanaan resepsi pernikahan. Keputusan ini terlalu dini, dan tidak mempertimbangkan dampaknya,” ujar Nurdin, Selasa (26/5).

1. Pj Wali Kota Makassar tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Sulsel soal kebijakan

Makassar Bolehkan Resepsi Pernikahan, Nurdin Abdullah Tegur Pj WalkotGubernur Sulsel Nurdin Abdullah meresmikan ruangan Infection Center RSUD Sayang Rakyat, Senin (11/5). Humas Pemprov Sulsel

Nurdin juga menyayangkan, Pj Wali Kota Makassar tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Sulsel dalam mengambil keputusan. Apalagi ini terkait keselamatan banyak orang. 

Dengan mengizinkan resepsi pernikahan, maka menurut Nurdin hal itu sama dengan memberi ruang bagi penyebaran COVID-19. Untuk itu, Nurdin meminta Pj Wali Kota Makassar tidak mengeluarkan kebijakan yang bisa membuat masyarakat kebingungan.

“Fokus kita saat ini bagaimana terus menekan penyebaran COVID-19 tidak semakin banyak. Harusnya kita menghargai apa yang sudah jalan sebelumnya, bagaimana pejabat sebelumnya getol melakukan itu. Harusnya juga kita menghargai pengorbanan para tim medis yang sudah bekerja keras, mereka rela meninggalkan keluarga demi mencegah dan menyelamatkan pasien COVID-19,” katanya.

Baca Juga: PSBB di Makasar Dilonggarkan dan Mall Buka? Ini Kata Nurdin Abdullah

2. Yusran menyebut setelah PSBB Makassar berakhir, sudah boleh menggelar acara termasuk pernikahan

Makassar Bolehkan Resepsi Pernikahan, Nurdin Abdullah Tegur Pj WalkotPj Wali Kota Makassar Yusran Yusuf bersama jajaran TNI-Polri saat memantau tes cepat massal. IDN Times/Pemkot Makassar

Diketahui, Pj Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf, memang sempat mengeluarkan pernyataan soal dibolehkannya menggelar acara setelah masa pembatasan sosial skala besar (PSBB) tahap II berakhir. PSBB Makassar berakhir pada 22 Mei lalu.

Yusran menyebut bahwa setelah PSBB berakhir, maka sudah boleh dilakukan acara termasuk pernikahan. Asalkan penyelenggara tetap mengatur jumlah tamu yang datang.

"Tetap diatur jumlahnya. Jadi kan seperti sunatan boleh aja, yang penting social distancing. Pernikahan juga bisa kalau jumlahnya bisa diatur. Misalnya kalau ruangan ini kapasitasnya 100 ya bisa kurang 50 atau 25 orang yang bisa hadir," kata Yusran, Sabtu (23/5) lalu.

3. Toko-toko non sembako juga sudah dibolehkan beroperasi

Makassar Bolehkan Resepsi Pernikahan, Nurdin Abdullah Tegur Pj WalkotSuasana di salah satu pusat perbelanjaan Palembang di masa COVID-19 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Selain itu, Yusran juga memperbolehkan toko non sembako dibuka selama menerapkan protokol kesehatan. Namun sebelum itu, sejumlah pusat perbelanjaan memang sudah beroperasi secara terang-terangan.

"Jadi antara lain sama, seperti physical distancing, jaga jarak, pakai masker, hanya memang lebih dibuka ruang. Kalau kemarin kan tempat usaha kan ditutup sekarang semua boleh membuka sepanjang menerapkan protokol kesehatan," kata Yusran.

Baca Juga: PSBB di Makassar Berakhir, Sekolah hingga Mal Dibuka Lagi

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya