Comscore Tracker

COVID-19 di Sulsel Disorot Jokowi, Gubernur: Jangan Lihat Kurva

Nurdin menyebut 18 daerah di Sulsel sudah aman dari COVID-19

Makassar, IDN Times - Kasus penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) disebut masih tinggi. Hal ini terlihat dengan terus bertambahnya kasus harian baru di provinsi tersebut.

Menurut data Kementerian Kesehatan per hari Jumat (5/6), ada penambahan sebanyak 54 kasus sehingga total kasus positif virus corona di Sulsel kini mencapai 1.776 kasus dengan 673 pasien dinyatakan sembuh dan 93 meninggal dunia.

Angka ini masih membuat Sulsel menempati urutan keempat secara nasional. Selain itu, provinsi yang dipimpin Nurdin Abdullah ini juga termasuk dalam 3 provinsi yang mendapatkan perhatian khusus dari Presiden RI Joko "Jokowi" Widodo.

Terkait hal itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan bahwa bertambahnya kasus baru COVID-19 di daerahnya lantaran tim Gugus Tugas telah melakukan berbagai upaya untuk menemukan orang-orang yang dianggap berpotensi terpapar COVID-19, termasuk melalui program isolasi pasien di hotel.

"Sulsel naik karena PCR secara masif, rapid test masif. Karena kita tahu hasil tracing kita yang OTG dan ODP ini masih PR kita. Orang-orang ini yang harus cepat karantina. Jadi klaster baru yang muncul ini harus cepat ditemukan. Makanya duta COVID-19 ini menjadi andalan kita dan daya tarik bagi rekan-rekan kita yang OTG dan ODP supaya mau masuk (isolasi hotel)," kata Nurdin di Makassar, Jumat (5/6).

1. Tak ingin berpatokan pada kurva

COVID-19 di Sulsel Disorot Jokowi, Gubernur: Jangan Lihat KurvaGubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat pelantikan Pj Wali Kota Makassar di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (13/5). Humas Pemprov Sulsel

Walau kasus positif masih terus bertambah, namun Nurdin tak ingin terlalu berpatokan pada angka kurva. Menurutnya, kurva yang melandai belum tentu menjadi jaminan bahwa sebuah daerah aman.

Untuk saat ini, yang harus dilakukan adalah melakukan tracing untuk menemukan orang-orang yang berpotensi terpapar COVID-19.

"Kita buatkan program yang menarik dan alhamdulillah sebagian besar sudah datang menyerahkan diri tentu dengan hasil tracing kita. Kalau pun terus terjadi (peningkatan), kita harapkan memang terus masif (tes) PCR supaya cepat selesai dibanding kita sudah melandai tapi orang-orang ini berkeliaran terus ke mana-mana. Makanya saya kira tidak usah kita lihat itu (kurva). Itulah transparansi yang sudah dibangun Sulsel," katanya.

2. Ada 18 daerah di Sulsel yang disebut aman meski masih fluktuatif

COVID-19 di Sulsel Disorot Jokowi, Gubernur: Jangan Lihat Kurva(Foto Humas Pemprov Sulsel)

Nurdin sendiri turut mengklaim bahwa di daerahnya kini ada 18 wilayah yang secara perlahan mulai dapat mengendalikan penyebaran COVID-19. Karena daerah-daerah ini sudah mencatatkan angka reproduksi efektif (RO) COVID-19 di bawah 1. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulsel, 18 daerah itu adalah Bantaeng, Barru, Bone, Gowa, Jeneponto, Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Maros, Pangkep, Pinrang, Palopo, Selayar, Soppeng, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo. 

Meski begitu, Nurdin menyebut kondisi di 18 daerah tersebut masih bersifat fluktuatif. Karenanya, kondisi ini tidak bisa dipandang enteng sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi lengah.

"COVID-19 ini kan tidak hilang. Selama vaksin belum ditemukan, selama itu juga kita harus hati- hati. Maka kita tidak boleh berpuas diri dengan apa yang telah dicapai," katanya.

Baca Juga: [UPDATE] Bertambah 44, Kasus COVID-19 di Sulsel Capai 1.630

3. Kota Makassar juga diklaim sudah terkendali

COVID-19 di Sulsel Disorot Jokowi, Gubernur: Jangan Lihat KurvaPemeriksaan dokumen calon penumpang pesawat dengan protokol pencegahan COVID-19, yakni menjaga jarak antar orang.. IDN Times/ANTARA FOTO/HO

Terkait status Kota Makassar yang masih merupakan episentrum penyebaran COVID-19 di Sulsel, Nurdin juga menyebutkan bahwa kasus penularan di kota ini sudah bisa dikendalikan meski pun kasus masih bertambah.

Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Makassar hingga hari Jumat (5/6) kemarin, total kasus positif COVID-19 sudah mencapai 1.041 kasus dengan 431 orang dinyatakan sembuh, 78 orang meninggal dunia, dan 532 sementara masih menjalani perawatan. Ada pula kasus luar wilayah sebanyak 115 kasus.

"Makassar sudah bisa dikendalikan. Oleh karena itu jangan lihat trendnya. Sekarang ini kan tidak terlalu tinggi ya. Makanya yang kita harapkan kemarin dampak PSBB ini sangat signifikan 3,8 RO nya di bawah 2. Kita menuju di bawah 1. Sekarang Sulsel ini 1,08. Artinya pengendalian sudah bisa," kata Nurdin.

Baca Juga: Jokowi Minta Penanganan COVID-19 Fokus di 3 Provinsi, Termasuk Sulsel

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya