Comscore Tracker

Kuda-kuda Ini Dibikin Capek Dulu Sebelum Patroli di Bali, Kok Bisa

Kuda-kuda ini masuk jajaran pasukan khusus Polda Bali

Gianyar, IDN Times – Sudah diketahui umum, pasukan khusus di kepolisian tidak hanya berisi satuan-satuan elit saja, tapi ada juga unit satwa khusus seperti K-9 dan kuda. 

Beberapa waktu lalu  IDN Times pernah mengulas tentang pasukan satwa anjing milik Unit Polisi Satwa Kepolisian Daerah Bali, kini giliran satwa kuda yang tak kalah kerennya. Kuda-kuda ini kerap siaga ikut patroli, menemani personel Polisi Satwa Polda Bali menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.

Tidak berbeda jauh dari satwa anjing. Kuda pun perlu dipahami kondisinya. Mengingat kuda merupakan hewan yang suka berkelompok, maka mereka tidak efektif jika diajak patroli secara sendirian tanpa ditemani kuda-kuda lainnya. Itulah alasan mengapa saat berpatroli pantai, mereka selalu bekerja beriringan dengan kuda lainnya. Setidaknya dua atau tiga ekor kuda akan berjalan beriringan.

“Begitu juga dengan kuda, pawangnya harus bisa memahami kondisi fisik satwanya. Kalau kuda ada sistemnya berteman dia, artinya harus ada kuda lain yang mengiringi gerombolan saat menjalankan fungsi tugasnya patroli,” terang Kanit Pol Satwa Polda Bali, AKP I Wayan Nuaba, Senin 18 November 2019.

Sebelum bertugas, kuda-kuda ini dipasangi aksesoris yang lumayan banyak macamnya untuk keamanan dan kendali saat ditunggangi. Di antaranya bandes, pelana atau saddle, lebrak atau saddle pad, kelengkapan kendali seperti martingale, sanggurdi atau strirrups untuk pijakan kaki dan lainnya. Berikut ini fakta-fakta tentang kuda patroli milik Unit Polisi Satwa Polda Bali:

1. Ada 9 kuda, dua didatangkan khusus dari Belanda

Kuda-kuda Ini Dibikin Capek Dulu Sebelum Patroli di Bali, Kok BisaIDN Times/Ayu Afria

Unit Polisi Satwa Polda Bali yang terletak di Jalan Letda Rampug Banjar Sasih, Batu Bulan Gianyar ini terdapat dua ekor kuda asal Belanda dari total sembilan ekor satwa kuda. Kuda betina tersebut bernama Caremia Sogno jenis Worm Blood yang dipawangi Bripka Junjun S, dan satunya lagi jantan bernama Indiroc.

Sementara itu jenis kuda lokal Sumbawa salah satunya bernama Jagapati yang dipawangi  Brigadir Gusti Wira Putra.

2. Sebelum bertugas, kuda harus pemanasan, dibikin kecapaian dulu

Kuda-kuda Ini Dibikin Capek Dulu Sebelum Patroli di Bali, Kok BisaDok.IDN Times/Istimewa

Selain tidak untuk dikembangbiakkan, kuda-kuda ini akan dilepaskan pada pagi hari di lapangan umbaran supaya dibuat kecapaian dulu. Baru setelah itu mereka menjalankan tugas patroli. Hal itu dilakukan supaya kuda melepaskan tenaganya. Sehingga mereka lebih tenang ketika berpatroli.

“Pagi-pagi sebelum makan, dia pemanasan dulu. Lari keliling, pemanasan. Dengan pemanasan ini bisa tenang. Jadi kadang-kadang kuda baru ke luar langsung bisa melompat. Enggak bisa diam, itu bahayanya kalau langsung dibuat kerja,” terangnya.

Perlu diingat, satwa kuda memang mengandalkan tenaganya. Berbeda dengan satwa anjing yang mengandalkan indera penciuman.

3. Saat bertugas jauh, kuda diangkut naik bus dan disediakan makanan

Kuda-kuda Ini Dibikin Capek Dulu Sebelum Patroli di Bali, Kok BisaIDN Times/Ayu Afria

Lalu bagaimana jika kuda mendapat tugas di wilayah yang cukup jauh, misalnya ke Nusa Dua, Kuta Selatan? Apakah mereka akan ditunggangi dari Gianyar? Tentu saja tidak. Kuda-kuda tersebut diangkut  bus yang sudah didesain khusus. Sehingga memudahkan membawanya ke tempat bertugas. Selain itu juga dibawakan makanan dan air minumnya, dan akan diberikan disela-sela jam istirahatnya usai bertugas.

“Makannya pollard kalau pagi, ada rumputnya juga. Kalau camilan siang rumput, umumnya dia mau rumput yang segar itu. Juga air harus selalu ada setiap waktu,” terangnya.

4. Pengunjung pantai juga diperkenankan berkenalan, bisa diajak berfoto hingga menungganginya

Kuda-kuda Ini Dibikin Capek Dulu Sebelum Patroli di Bali, Kok BisaDok.IDN Times/Istimewa

Begitu dekatnya polisi satwa ini dengan masyarakat, saat bertugas patroli di wilayah pantai, misalnya Kuta, beberapa pengunjung juga diizinkan untuk berkenalan, mengambil foto atau selfie dan menunggangi kuda.

“Kami antisipasi kerawanan-kerawanan, sasaran kami kan pantai. Terus biasanya orang ke pantai kan pada siang hari menjelang sore itu yang ramai, di sana ada kerawanan. Saat itulah momen itu kami turunkan kuda, untuk jalan-jalan gitu. Jadi dengan adanya itu harapan kami pengunjung pantai itu merasa nyaman,” jelasnya.

Topic:

  • Umi Kalsum

Just For You