Comscore Tracker

Sempat Terbang ke Tiongkok, Pramugari di Bali Bukan Suspect Corona

Belum memenuhi kriteria untuk dinyatakan suspect

Tabanan, IDN Times – Seorang pramugari dikabarkan suspect nCoV alias virus corona penyebab pneumonia berat. Ia dirawat di Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan, Bali.

Pramugari tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Shanghai dan Cangse, Tiongkok dari hari Senin (6/1) hingga Rabu (8/1). Meski demikian, setelah dilakukan observasi dan rontgen, ia dinyatakan belum memenuhi kriteria suspect.

1. Pramugari itu pasien rujukan diterima dalam kondisi demam dan memiliki latar belakang pergi ke Tiongkok

Sempat Terbang ke Tiongkok, Pramugari di Bali Bukan Suspect CoronaIDN Times/Irma Yudistirani

Pramugari itu merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar ke RSU Pusat Sanglah. Dia diterima BRSU Tabanan dalam kondisi panas dan demam pada Minggu (26/1) sekitar pukul 23.00 Wita.

“Punya latar belakang ke China, tapi bukan dari Wuhan. Karena demam dan ada latar belakang tersebut, dirujuklah ke kami BRSU Tabanan. Karena (RS) Sanglah ruang isolasinya penuh,” jelas Direktur BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila.

Baca Juga: Antisipasi Corona, Dinkes Bali Sediakan Stok Tamiflu

2. Direktur BRSU Tabanan tegaskan tidak ada tanda-tanda infeksi virus corona

Sempat Terbang ke Tiongkok, Pramugari di Bali Bukan Suspect CoronaPenanganan pasien diduga terpapar virus Corona di RSHS. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Dari hasil observasi dan pemeriksaan rontgen terhadap pasien pramugari tersebut, tidak ada tanda-tanda infeksi pneumonia. Ia hanya mengalami demam biasa. Oleh karena itu, pasien pramugari tersebut belum bisa dinyatakan suspect virus corona.

"Rangkaian pemeriksaan tidak memenuhi syarat suspect. Masih diobservasi di ruang isolasi. Kalau pemeriksaan sudah tuntas akan diputuskan apakah akan pulang atau dirawat di ruang biasa,'' ujarnya.

3. Ini kriteria orang yang suspect virus corona

Sempat Terbang ke Tiongkok, Pramugari di Bali Bukan Suspect CoronaIlustrasi virus Corona. IDN Times/Mia Amalia

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr Ketut Suarjaya, menyampaikan bahwa kriteria suspect itu ditentukan oleh dua hal. Pertama, ada riwayat bepergian ke negara yang terpapar. Kedua, gejala klinis berupa demam, batuk, pilek dan sesak napas, yang dibuktikan dengan rontgen bahwa pasien menderita pneumonia.

“Ya baru di-rontgen nanti baru ketahuan pneumonia. Baru itu suspect. Kalau tidak ada pneumonia, itu bukan suspect. Kasus dalam pengawasan namanya observasi,” jelas Suarjaya.

Pihaknya menjelaskan, selain RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah) Denpasar yang menjadi rujukan khusus, ada juga Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar dan Tabanan untuk menangani sewaktu-waktu terjadi masalah suspect.

Baca Juga: Waspada! Corona Virus Penyebab Pneumonia Berat Ditularkan Lewat Ikan

4. Apabila ada suspect corona, siapa yang membiayai pengobatannya?

Sempat Terbang ke Tiongkok, Pramugari di Bali Bukan Suspect CoronaIDN Times/Arief Rahmat

Pihaknya menjelaskan, terkait dengan pembiayaan pasien yang dalam kategori suspect virus corona nantinya ditanggung oleh pemerintah.

“Ya Kemenkes (Kementerian Kesehatan) membuat keputusannya, SK (Surat Keputusan) Menteri bahwa kalau dia kasusnya suspect ditanggung  oleh pemerintah. Tapi masih dalam proses,” jelasnya.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Virus Corona Diduga Bukan Penyebab Tunggal Kematian 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya