Comscore Tracker

Petani Ganja di Bandung Diringkus, Sekali Panen Untung Rp240 Juta 

Ganja ditanam di lahan seluas 1 hektare

Bandung Barat, IDN Times - Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Cimahi Polda Jawa Barat meringkus lima tersangka yang terbukti menjual dan memiliki kebun ganja seluas satu hektare di lahan PTPN di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, tepatnya di perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Lima tersangka yang terdiri dari empat pengedar berinisial A, M, C, dan D, juga seorang petani tanaman ganja berinisial YN.

1. Pelaku mampu menghasilkan ganja seberat 40 kilogram sekali panen

Petani Ganja di Bandung Diringkus, Sekali Panen Untung Rp240 Juta Seorang petani ganja diamankan polisi di Bandung. (IDN Times/Bagus F)

Kepala Satres Narkoba Polres Cimahi, Andry Alam mengatakan, YN menanam ganja dari mulai memilih benih, menyemai sampai memanen tanaman ganja setiap tiga bulan sekali. Dalam satu kali panen, YN mampu menghasilkan ganja seberat 40 kilogram.

"Satu kilo ganja kira-kira sekitar 20 batang pohon. Jadi mereka satu kali panen sekitar 800 batang pohon," ungkap Andri, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Pesan Ganja Via Instagram, Mahasiswa di Kediri Ditangkap BNN

2. Keuntungan panen ganja mencapai Rp240 juta

Petani Ganja di Bandung Diringkus, Sekali Panen Untung Rp240 Juta Polisi amankan tanaman ganja di Bandung. (IDN Times/Bagus F)

Andry menjelaskan, sejak mulai menanam satu tahun yang lalu, pelaku sedikitnya sudah tiga kali memanen tanaman ganja. Pelaku memanen dengan cara menebang batang ganja sebelum pohon tumbuh lebih dari satu meter. Ganja yang sudah dipanen kemudian dikeringkan dan dibungkus sampai siap diedarkan oleh empat pelaku lainnya.

"Per kilogram ganja harganya Rp6 juta, jadi jika dalam satu kali panen bisa sampai 40 kilogram, maka total sekali panen Rp240 juta," sebutnya.

3. Ganja ditanam satu lahan dengan tanaman sayuran untuk mengelabui

Petani Ganja di Bandung Diringkus, Sekali Panen Untung Rp240 Juta Polisi amankan tanaman ganja di Bandung. (IDN Times/Bagus F)

Andry menjelaskan, pelaku berhasil melakukan aksi penanaman tanaman ganja selama satu tahun tanpa diketahui publik lantaran pelaku memiliki strategi dalam menanamnya. Di lahan seluas satu hektare, pelaku menanam ganja dengan cara terpisah-pisah bercampur dengan tanaman sayur, pepohonan pisang maupun tanaman keras yang berada di kawasan itu.

"Jadi posisi tanaman ganja itu disamarkan dengan tanaman lainnya seperti pisang dan sayuran. Ada tujuh lokasi penanaman di lahan 1 hektare ini. Sengaja disebar untuk menyamarkan dari penglihatan petani lokal," tuturnya.

4. Dijual ke wilayah Bandung Raya

Petani Ganja di Bandung Diringkus, Sekali Panen Untung Rp240 Juta Polisi amankan tanaman ganja di Bandung. (IDN Times/Bagus F)

Sementara itu, pelaku YN diamankan saat berada di saung di kawasan kebun ganja itu. YN mengaku dirinya hanya sebatas membantu merawat tanaman ganja, sebelum hasil panen dijual ke wilayah Bandung Raya.

"Penjualannya di sekitar Bandung Raya. Tapi kita lakukan penelusuran karena dimungkinkan juga dijual di luar Bandung karena satu kali panen bisa 40 kilogram," ujar Andry.

Baca Juga: PKS Wacanakan Ekspor Ganja, PPP: Dalam Dalil Islam, Ganja Itu Haram!

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya