Comscore Tracker

Ridwan Kamil: Kami Dukung Penuh Jika MUI Buat Fatwa Haram untuk Mudik!

Mudik bisa membuat penyebaran virus corona jadi masif!

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mewanti-wanti kepada para perantau untuk menunda rencana pulang kampung atau mudik. Hal itu disarankan guna menghentikan bertambahnya angka penyebaran COVID-19 di Jawa Barat.

Seiring dengan itu, Ridwan Kamil mendukung penuh wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menerbitkan fatwa haram bagi warga yang mudik di tengah situasi pandemi COVID-19.

"Kami mengapresiasi rencana fatwa dari MUI yang akan memberikan fatwa haram bagi mereka yang mudik di tengah pandemi COVID-19," ungkap Emil saat konferensi pers di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (3/4)

1. Ada tiga kasus di Jabar yang diakibatkan mudik

Ridwan Kamil: Kami Dukung Penuh Jika MUI Buat Fatwa Haram untuk Mudik!Ilustrasi pemudik. IDN Times/Andra Adyatama

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, turut mengingatkan agar warga Jabar yang saat ini sedang berada di zona merah COVID-19, untuk menunda dulu rencana mudik. Emil menyebutkan, sudah ada tiga kasus di Jawa Barat dengan riwayat pasien positif terpapar dari pemudik.

"Kenapa fatwa ini menurut kami sangat krusial? Karena kami menemukan tiga kasus. Satu kasus di Ciamis di mana lansia yang tadinya tidak ada masalah justru menjadi positif COVID-19, konfirmasi swab karena didatangi anaknya yang datang dari Jakarta," kata Emil.

"Kemudian dua sisanya adalah mereka yang mudik dari Jakarta datang ke Bandung sehingga dites juga dua-duanya adalah positif," tambahnya.

Baca Juga: Jawa Barat Buka Pendaftaran untuk Jadi Relawan COVID-19

2. Waspadai Jabar bagian selatan

Ridwan Kamil: Kami Dukung Penuh Jika MUI Buat Fatwa Haram untuk Mudik!IDN Times/pikobar.jabarprov.go.id

Warga yang lanjut usia dinilai rentan terpapar virus corona. Sementara dari peta sebaran penduduk Jawa Barat, warga lanjut usia dengan ekonomi kurang mampu berada di wilayah Jabar bagian selatan. Para perantau yang mengadu nasib di Jakarta pun didominasi warga yang berasal dari Jabar bagian selatan.

"Hasil peta di kita, zonasi lansia yang sakit dan tidak mampu itu adanya di Jabar selatan. Jadi saya khawatir lagi kalau banyak yang mudik ke Jabar selatan. Oleh karena itu kami mengampanyekan jangan mudik," kata Emil.

3. Arus mudik harus bisa dikendalikan

Ridwan Kamil: Kami Dukung Penuh Jika MUI Buat Fatwa Haram untuk Mudik!Ilustrasi Hindari Mudik (IDN Times

Atas dasar hal itu juga, Emil meminta warga Jabar yang saat ini berada di daerah perantauan untuk menahan dulu rencana mudik. Seperti diketahui, perantau yang memilih mudik disebabkan karena ekonominya sudah mulai menipis seiring dengan matinya perekonomian di Jakarta akibat pandemik virus corona.

"Potensi penyebaran COVID-19 di Jabar akan mengkhawatirkan jika kita tidak bisa mengendalikan arus mudik," tuturnya.

4. Hajat hidup perantau di Jakarta bakal ditanggung pemerintah

Ridwan Kamil: Kami Dukung Penuh Jika MUI Buat Fatwa Haram untuk Mudik!IDN Times/Bagus F

Emil menyebutkan, hajat hidup perantau Jabar di ibu kota bakal ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah DKI dan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Dengan begitu, baginya perantau tak punya alasan lagi untuk tidak mengikuti imbauan pemerintah karena terpenuhinya kebutuhan dasar.

"Saya sampaikan lebih lanjut bahwa mereka yang tidak mudik dari sekitar Jakarta akan ditanggung hajat hidupnya oleh pemerintah DKI Jakarta. Jadi untuk KTP Jakarta dan untuk perantau di Jakarta yang tidak ber-KTP Jakarta, akan ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial," tandasnya.

Baca Juga: Awas! Nekat Mudik ke Solo, Pemkot Tak Segan Jemput Paksa untuk Isolasi

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya