Dokter spesialis anak Bernie Endyarni Medise. (IDN Times/Sunariyah)
Dokter spesialis anak Bernie Endyarni Medise menyoroti meningkatnya penggunaan teknologi AI oleh masyarakat, termasuk anak-anak. Menurutnya, teknologi ini dapat berbahaya jika tidak disertai pemahaman dan pengawasan dari orang tua.
Ia mengatakan, bahkan banyak orang dewasa yang masih kesulitan membedakan informasi yang benar dan tidak benar dari teknologi AI, terutama yang berbentuk visual.
“Banyak juga orang dewasa yang gagap terhadap AI, apalagi yang bentuknya visual. Kadang kita bingung apakah informasi itu benar atau tidak. Nah, apalagi anak-anak, kita tidak bisa bayangkan bagaimana mereka mencerna itu,” ujarnya dalam Diskusi Redaksi (DIKSI) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Bernie menjelaskan, AI mengambil data dari internet dan menyajikan informasi berdasarkan yang paling populer atau paling sering digunakan. Hal ini bisa berbahaya jika informasi tersebut tidak disaring dengan baik.
Selain itu, ia juga menyoroti gim online seperti Roblox dan Minecraft yang populer di kalangan anak-anak. Menurutnya, sebagian anak dapat menganggap dunia dalam gim sebagai sesuatu yang nyata.
“Bagi anak-anak, kadang mereka merasa itu seperti dunia yang benar-benar nyata,” katanya.
Bernie menilai, kondisi saat ini sudah cukup mendesak, mengingat jumlah anak yang mengakses internet terus meningkat. Karena itu, ia menyarankan anak di bawah usia lima tahun sebaiknya tidak diberi akses teknologi digital. Sementara untuk anak yang lebih besar, orang tua perlu memberikan pemahaman serta aturan dalam penggunaan teknologi.
“Kalau anak-anak dibiarkan bebas bermain gawai dan mengakses internet, perilaku yang terbentuk akan mengikuti apa yang mereka lihat di media sosial,” tambahnya.