Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahlil: Jangan Karena Beda Dukungan Ada Kader Disingkirkan
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Bahlil Lahadalia membuka Musda VI Golkar Maluku Utara dan menegaskan pentingnya menjaga soliditas partai tanpa diskriminasi akibat perbedaan dukungan politik internal.
  • Ia menekankan Musda sebagai ajang evaluasi dan konsolidasi, agar lahir gagasan serta kepemimpinan baru yang adaptif terhadap tantangan zaman dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
  • Alien Mus kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Utara, menandakan dukungan solid kader serta semangat persatuan pasca dinamika pemilihan internal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara di Bella Hotel, Ternate, Selasa (14/4/2026). Dalam pidato pembukaannya, ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal partai dan menghindari praktik “pecat-memecat” di tengah dinamika politik internal.

Menurut Bahlil, perbedaan pilihan dalam proses pemilihan kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi internal partai. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang merusak persatuan.

“Jangan sampai hanya karena perbedaan dukungan, lalu ada kader yang disingkirkan. Kita ini satu keluarga besar Golkar,” kata Bahlil.

1. Musda jadi momentum evaluasi dan konsolidasi kekuatan parpol

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekjen Golkar M. Sarmuji. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Bahlil menegaskan, Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus konsolidasi kekuatan partai di daerah.

Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah itu menekankan forum Musda harus mampu melahirkan gagasan segar, strategi adaptif, serta kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman.

“Dari forum inilah akan lahir gagasan, strategi, dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

2. Golkar bukan milik satu kelompok

Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Dewan Kehormatan HIPMI, Bahlil Lahadalia saat menghadiri Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Makassar, Minggu (15/2/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan Partai Golkar tidak boleh dikuasai kelompok atau keluarga tertentu. Ia menekankan, Partai Beringin milik seluruh rakyat Indonesia yang memiliki komitmen terhadap pembangunan bangsa.

Menurutnya, sebagai partai besar dengan sejarah panjang, Golkar harus terus hadir memberikan solusi konkret bagi masyarakat, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan di daerah.

“Partai Golkar dalam sejarahnya tidak dimiliki satu kelompok tertentu atau satu keluarga tertentu, tapi Partai Golkar ini milik seluruh rakyat Indonesia yang mencintai tanah ini. Oleh karena itu, politik Partai Golkar adalah politik untuk kesejahteraan dengan doktrin karya kekaryaan,” ucap Bahlil.

3. Alien Mus terpilih kembali secara aklamasi

Anggota DPR RI Alien Mus (Instagram.com/alienmus.official)

Dalam Musda tersebut, Alien Mus kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku Utara secara aklamasi. Keputusan ini menegaskan soliditas dukungan internal terhadap kepemimpinannya di daerah.

Menanggapi kepercayaan tersebut, Alien Mus menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Ternate, termasuk Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Sekjen Muhammad Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, Wakil Ketua Umum Wihaji, serta Wakil Bendahara Umum Dyah Roro Esti.

Menurut Alien, kehadiran pimpinan pusat menjadi suntikan motivasi bagi seluruh kader Golkar di Maluku Utara.

“Musda ini adalah sarana memperkuat soliditas dan merumuskan langkah strategis, terutama dalam menghadapi tantangan politik ke depan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk mengakhiri perbedaan pilihan yang muncul selama proses musyawarah, dan kembali bersatu demi memperkuat partai.

Editorial Team