Jakarta, IDN Times - Banjir rob biasanya diasosiasikan sekadar sebuah bencana. Namun, banjir rob justru sudah menjadi sebuah fenomena yang bisa mengubah tatanan sosial di masyarakat.
Dosen sekaligus peneliti Graduate School of Sustainable Development Universitas Indonesia, Irene Sondang Fitrinitia, menyatakan banjir rob yang termasuk slow onset disaster atau bencana dengan dampak perlahan, sudah mengubah tatanan sosial-ekonomi masyarakat.
Hal itu tercermin dalam kehidupan masyarakat di pesisir Demak, Jawa Tengah. Sebagai wilayah yang sering dilanda banjir rob, lewat penelitian longitudinal terhadap masyarakat pesisir berketahan iklim yang didukung Global Development Awards Competition 2024, berbasis focus group discussion (FGD) dengan Pemerintah Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tangah, Irene menemukan adanya kecenderungan perubahan sosial-ekonomi di tatanan masyarakat.
