Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) oleh Bank Mandiri berupa pembangunan sarana dan prasarana di Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (Pondok Pesantren) Al-Inaaroh Al-Hikam, Desa Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (22/4) (dok. Mandiri)
Selain itu, Bank Mandiri juga merealisasikan pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan di sejumlah titik, pengadaan ambulans untuk memperkuat layanan kesehatan, serta bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana alam. Program percepatan penurunan stunting turut menjadi bagian dari fokus pilar sosial, sejalan dengan agenda prioritas nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Pada pilar lingkungan, Bank Mandiri merealisasikan anggaran sebesar Rp79,2 miliar untuk mendukung pelestarian lingkungan dan penyediaan infrastruktur dasar. Program pada pilar ini mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, penyediaan sanitasi, akses air bersih, serta penguatan fasilitas sosial dan keagamaan di berbagai daerah. Bank Mandiri juga mendukung pembangunan jalan umum dan saluran irigasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Upaya di pilar lingkungan ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Dengan memperkuat infrastruktur dasar yang ramah lingkungan, Bank Mandiri berharap dapat berkontribusi pada pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Melalui pilar ekonomi, Bank Mandiri mendorong akselerasi yang bertumbuh dengan memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Pada 2025, realisasi anggaran pilar ekonomi mencapai Rp28 miliar, yang difokuskan pada penguatan UMKM, peningkatan literasi dan kapasitas usaha, serta dukungan terhadap mobilitas masyarakat. Bank Mandiri menyelenggarakan ratusan pelatihan UMKM untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha di berbagai daerah.
Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan bantuan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menghadirkan solusi ekonomi berbasis lingkungan, termasuk pengadaan sarana pendukung kebersihan perairan. Program rumah tidak layak huni turut dijalankan sebagai bagian dari kontribusi Bank Mandiri dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
“Melalui pilar ekonomi, kami berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. TJSL menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Riduan.
Sementara itu, pilar hukum dan tata kelola dijalankan untuk memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan dalam pelaksanaan TJSL. Dengan realisasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar, Bank Mandiri memastikan pelaporan program TJSL dilakukan secara terbuka melalui sustainability report serta publikasi kegiatan yang akuntabel. Pendekatan tata kelola yang kuat menjadi landasan dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.