Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bantah Danai Polemik Ijazah Jokowi, JK: Saya Tak Pernah Menyerang dari Belakang
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)
  • Jusuf Kalla membantah keras tuduhan bahwa dirinya mendanai isu keaslian ijazah Presiden Jokowi dan menilai tudingan itu tidak masuk akal serta tidak etis.
  • JK menegaskan dirinya tidak pernah menyerang dari belakang dan menolak cara-cara seperti membayar pihak lain untuk menjatuhkan seseorang.
  • Karena tuduhan sudah menyebar luas, JK melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri dan menyiapkan bukti termasuk rekaman televisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 April 2026

Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri di Jakarta Selatan dan membantah tuduhan bahwa ia mendanai polemik ijazah Presiden Joko Widodo. Ia menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal, tidak etis, dan menyerang martabatnya.

kini

JK menegaskan prinsipnya untuk tidak menyerang dari belakang dan menyampaikan ketidaksetujuan secara langsung. Ia menyatakan laporan dibuat karena tuduhan telah meluas di publik serta menyiapkan bukti pendukung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jusuf Kalla membantah tuduhan bahwa dirinya mendanai polemik keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dan melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri atas penyebaran tuduhan tersebut.
  • Who?
    Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, serta Rismon Sianipar yang dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait tuduhan pendanaan isu ijazah Jokowi.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, tempat Jusuf Kalla menyampaikan laporan resminya kepada pihak kepolisian.
  • When?
    Laporan disampaikan pada Rabu, 8 April 2026, setelah isu mengenai tuduhan pendanaan polemik ijazah Jokowi ramai diperbincangkan publik.
  • Why?
    Tindakan hukum dilakukan karena tuduhan terhadap Jusuf Kalla dianggap tidak masuk akal, mencemarkan nama baiknya, dan telah menyebar luas di masyarakat.
  • How?
    Jusuf Kalla menegaskan bantahan secara terbuka kepada media dan menyerahkan laporan resmi beserta bukti rekaman televisi kepada penyidik di Bareskrim Polri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Jusuf Kalla marah karena ada orang bilang dia kasih uang buat ribut soal ijazah Pak Jokowi. Katanya itu bohong dan nggak masuk akal. Dulu mereka kerja bareng waktu di pemerintahan. Pak JK bilang dia nggak pernah jahat dari belakang. Sekarang dia lapor polisi supaya orang tahu tuduhan itu salah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Jusuf Kalla menunjukkan sikap tegas dan berintegritas dalam menghadapi tuduhan yang dianggap tidak berdasar. Dengan menempuh jalur hukum dan menegaskan prinsip keterbukaannya, ia memperlihatkan komitmen terhadap etika serta penghargaan pada hubungan profesionalnya dengan Presiden Jokowi, sekaligus memberi contoh penyelesaian isu publik secara tertib dan bermartabat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), membantah keras tudingan yang menyebut dirinya mendanai polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo. Ia bahkan menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal dan tidak etis.

Pernyataan itu disampaikan JK usai melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

1. JK sebut tuduhan tidak masuk akal

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

JK menegaskan, hubungannya dengan Jokowi sebagai mantan presiden dan wakil presiden membuat tuduhan tersebut tidak logis. “Pak Jokowi adalah mantan presiden, dan saya adalah wakilnya. Kami bekerja bersama selama lima tahun di pemerintahan,” kata JK.

Ia mempertanyakan tudingan bahwa dirinya membayar pihak lain untuk menyelidiki Jokowi. “Masa saya membayar orang miliaran rupiah untuk menyelidiki Beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” tegasnya.

JK juga menambahkan bahwa tuduhan tersebut menyangkut martabatnya. “Tuduhan bahwa saya membayar orang untuk memeriksa atau bahkan mengkhianati Pak Jokowi itu tidak benar,” tegasnya.

2. Tegaskan tidak pernah menyerang dari belakang

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Dalam kesempatan itu, JK juga mengungkapkan prinsipnya dalam bersikap. “Saya tidak pernah punya sifat seperti itu, menyerang dari belakang. Kalau saya tidak suka, saya akan menyampaikannya secara langsung,” kata dia.

Ia menegaskan, cara-cara seperti membayar pihak lain bukan bagian dari dirinya. “Bukan dengan cara membayar orang. Itu tidak ada dalam diri saya,” lanjut JK.

3. Laporan dibuat karena tuduhan sudah menyebar

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

JK mengatakan, langkah hukum diambil karena tuduhan tersebut sudah meluas di publik. “Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah melakukan hal itu. Karena sudah menyebar ke mana-mana, maka saya laporkan,” ujarnya.

Ia juga memastikan telah menyiapkan sejumlah bukti. “Ada. Termasuk rekaman di televisi, semuanya direkam,” kata JK.

Editorial Team