Jakarta, IDN Times - "Saya merasa sedih ketika turun ke bawah (permukaan dasar perairan Tanjung Karawang), karena sudah sampai begini hancurnya (pesawat Lion Air JT 610)," demikian kenang Putri Dela Karneta, penyelam perempuan satu-satunya Tim Badan SAR Lampung yang terlibat dalam misi evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 kepada IDN Times. Pengalaman evakuasi korban di wilayah perairan Tanjung Karawang itu menjadi misi pertamanya dalam peristiwa jatuhnya pesawat.
Sebagai penyelam perempuan satu-satunya yang terlibat, Putri mengaku tidak trauma terhadap apa yang ia saksikan di dasar permukaan perairan Tanjung Karawang. Walaupun misi tersebut bisa dikatakan tidak mudah.
Ia mulai dilibatkan dalam proses evakuasi pada Selasa (30/10) lalu dan berangkat dari kantornya, tim SAR di Lampung. Saat menyelam dan mengevakuasi korban, anggota tim SAR berusia 30 tahun itu terus membayangkan apabila itu adalah keluarganya.
"Banyaklah yang membuat sedih. Tapi, di sisi lain, itu malah jadi motivasi dan penyemangat untuk memberikan closure ke keluarga, sehingga mereka bisa membawa pulang jenazah anggota keluarganya untuk dimakamkan," kata Putri.
Kepada IDN Times yang menghubunginya secara khusus pada akhir Desember melalui telepon, Putri juga menceritakan bagaimana awal mulanya ia bisa terlibat di dalam misi evakuasi Lion Air JT 610. Buat kalian, millennials yang tertarik untuk bergabung menjadi anggota SAR, Putri pun juga punya pesan khusus. Apa itu? Simak penuturan Putri berikut.
