Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ahli waris memberikan selembaran informasi Tol akan di tutup. (IDN Times/Imam Faishal)
Ahli waris memberikan selembaran informasi Tol akan di tutup. (IDN Times/Imam Faishal)

Bekasi, IDN Times - Ahli waris berencana akan menutup total gerbang keluar-masuk tol Jatikarya mulai Rabu (8/2/2023). Penutupan dilakukan karena hingga saat ini mereka belum menerima uang ganti rugi lahan. 

Salah satu ahli waris, Gunun (48), mengatakan, pihaknya telah membagikan selebaran ke pengguna jalan yang berisikan informasi penutupan tol. Dia mengimbau, pengendara menggunakan jalan alternatif lainnya. 

"Kami memberitahukan kepada para pengguna jalan, agar untuk hari besok tidak lewat lagi ke sini, karena tanah kami belum dibayar dan akan kami kuasai," katanya kepada wartawan, Selasa (7/2/2023). 

1. Tutup hingga lahan dibayar

Ahli waris memberikan selembaran informasi Tol akan di tutup. (IDN Times/Imam Faishal)

Dia menegaskan, ratusan ahli waris akan berkumpul dan menutup seluruh ruas gerbang Tol Jatikarya. Dia menegaskan, penutupan akan berlangsung hingga uang ganti rugi sudah diterima. 

"Ini (penutupan) seterusnya sampai tanah kami dibayarkan karena secara fakta hukum hasil putusan pengadilan bahwa ini sudah inkrah, sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan sudah sah ini milik kami," tegasnya. 

2. BPN tidak mengeluarkan rekomendasi

Ahli waris memberikan selembaran informasi Tol akan di tutup. (IDN Times/Imam Faishal)

Menurut Gunun, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi seharusnya mengeluarkan surat rekomendasi ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi agar uang ganti rugi dapat dicairkan. Namun, hingga saat ini BPN belum mengeluarkan surat tersebut. 

"Kenapa pihak BPN tidak mau mengeluarkan surat pengantar untuk proses pencairan uang kami yang sudah dikonsiyasikan dari tahun 2017 dari putusan PN, Pengadilan Tinggi sampai tingkat Mahkamah Agung?" katanya. 

"Bahkan ada PK (peninjauan kembali) 2 yang diajukan oleh pihak lain yang isi putusannya adalah memperkuat putusan bahwa ini (lahan) milik kami," lanjutnya.

3. Penutupan tol sudah sering terjadi

Warga Jatikarya, Kota Bekasi tuntut ganti rugi lahan yang belum dibayar. (IDN Times/Imam Faishal)

Sebelumnya, pada Selasa (12/7/2022) lalu, puluhan warga juga memblokir gerbang keluar-masuk tol Jatikarya dengan membakar ban bekas. Asap yang dihasilkan dari bakaran tersebut juga menyita perhatian pengguna jalan. 

Ahli waris kembali menutup gerbang keluar-masuk tol Jatikarya pada Kamis (6/10/2022). Saat itu, warga menanam pohon pisang di sebagian ruas yang mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas. 

Diketahui, masyarakat telah memenangkan putusan Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali (PK) II dengan No.815/PDT/2018, pada Desember 2019, dan menyatakan tanah tersebut milik warga Jatikarya.

Namun hingga saat ini, ahli waris belum menerima pencairan hak mereka senilai Rp218 miliar dari lahan seluas 42.669 meter persegi. 

Editorial Team