Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bengkel Hijrah Ajak Gen Z Respons Krisis Iklim dengan Pendekatan Spiritual
Kegiatan Bengkel Hijrah Iklim/dok Mosaic
  • Niki Alma Febriana Fauzi menegaskan bahwa menjaga dan merawat alam merupakan bagian dari ibadah serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
  • Program Bengkel Hijrah Iklim mengajak generasi muda muslim merespons krisis iklim dengan pendekatan spiritual dan aksi sosial selama bulan Ramadan.
  • Dari rangkaian kegiatan di beberapa kota, lahir 26 proyek transisi energi berkelanjutan yang digagas pemuda muslim untuk memperjuangkan kelestarian lingkungan dan keadilan energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bulan Ramadan

Program Pesantren Kilat: Bengkel Hijrah Iklim digelar memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk mengajak generasi muda merespons krisis iklim melalui pendekatan spiritual dan aksi sosial.

12 Maret 2026

Pengurus Majelis Tarjih Muhammadiyah, Niki Alma Febriana Fauzi, menyampaikan pandangan tentang hubungan manusia dan alam sebagai bagian dari ibadah dalam Bengkel Hijrah Iklim di Ecocamp.

kini

Bengkel Hijrah Iklim telah dilaksanakan di Bandung sebagai pelaksanaan keempat setelah Bogor, Yogyakarta, dan Semarang, melahirkan berbagai inisiatif aksi lingkungan dan 26 proyek transisi energi berkelanjutan oleh peserta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bengkel Hijrah Iklim mengajak generasi muda merespons krisis iklim melalui pendekatan spiritual dan aksi sosial dengan menekankan hubungan manusia dan alam sebagai bagian dari ibadah.
  • Who?
    Kegiatan diikuti puluhan pemuda, aktivis lingkungan, serta organisasi komunitas. Narasumber utama antara lain Niki Alma Febriana Fauzi, Erland Fabian, dan Aldy Permana.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Ecocamp Bandung, Jawa Barat, setelah sebelumnya digelar di Bogor, Yogyakarta, dan Semarang.
  • When?
    Acara dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan untuk memanfaatkan momentum refleksi spiritual.
  • Why?
    Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi krisis iklim.
  • How?
    Kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan diskusi teologis tentang relasi manusia-alam serta tindak lanjut berupa proyek transisi energi berkelanjutan yang dijalankan peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kesadaran menjaga lingkungan dinilai tidak bisa dilepaskan dari nilai moral dan spiritual. Dalam perspektif Islam, relasi manusia dengan alam bahkan dipandang sebagai bagian dari ibadah yang memiliki konsekuensi hingga kehidupan akhirat.

Hal tersebut disampaikan Pengurus Majelis Tarjih Muhammadiyah, Niki Alma Febriana Fauzi, saat membahas keterkaitan teologi Islam dengan isu keberlanjutan lingkungan dalam Bengkel Hijrah Iklim di Ecocamp.

"Pemahaman mengenai hubungan manusia dan alam harus diluruskan. Kita jarang menganggap bahwa interaksi kita dengan alam (bumi) adalah bagian dari ibadah. Padahal, alam bukan sekadar tempat tinggal," ucapnya dalam keterangan, Kamis (12/3/2026).

1. Merawat alam jadi bagian ibadah

Kegiatan Bengkel Hijrah Iklim/dok Mosaic

Menurutnya, hubungan manusia dengan alam juga dapat membawa konsekuensi dalam kehidupan dan di akhirat.

"Jangan hanya melihat bahwa manusia berperan untuk mengelola alam, tetapi juga menjaga dan merawatnya sebagai bagian dari ibadah dan istikhlaf manusia di bumi," ujarnya.

Niki Alma mengatakan, kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan tersebut menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam program Pesantren Kilat: Bengkel Hijrah Iklim, yang diikuti puluhan pemuda dari berbagai latar belakang kepemimpinan, aktivis lingkungan, serta organisasi komunitas.

2. Ajak generasi muda merespons krisis iklim melalui pendekatan spiritual sekaligus aksi sosial

Kegiatan Bengkel Hijrah Iklim/dok Mosaic

Program ini diinisiasi oleh Ruang untuk Transisi Energi (RUTE) Berkeadilan Jawa Barat bersama MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact), Ruang Eskalasi, dan AktivAsia. Kegiatan tersebut memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk mengajak generasi muda merespons krisis iklim melalui pendekatan spiritual sekaligus aksi sosial.

Erland Fabian, Project Lead RUTE Berkeadilan Jabar, menegaskan urgensi keterlibatan generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin besar.

"Di bulan yang suci ini, kami mengajak generasi muda untuk merefleksikan nilai-nilai agama Islam untuk menajamkan wawasan lingkungan dan merespons isu yang mendesak, seperti krisis iklim," ujarnya

3. Lahir kader muslim tangguh dalam memperjuangkan kelestarian

Kegiatan Bengkel Hijrah Iklim/dok Mosaic

Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana, menyebut kegiatan di Bandung merupakan pelaksanaan keempat setelah sebelumnya digelar di Bogor, Yogyakarta, dan Semarang. Dari rangkaian kegiatan tersebut telah lahir berbagai inisiatif aksi lingkungan yang digagas oleh pemimpin muda muslim.

Ia mengatakan, sejauh ini terdapat 26 proyek terkait transisi energi berkelanjutan yang dijalankan para peserta sebagai tindak lanjut dari program pelatihan.

"Kami berharap melalui Bengkel Hijrah Iklim ini lahir lebih banyak kader-kader muslim muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan saleh secara spiritual, namun juga tangguh dalam memperjuangkan kelestarian bumi dan keadilan energi di Indonesia.", kata Aldi

Editorial Team