Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejumlah pengendara melintas di samping gunungan sampah yang ada di Jalan Raya Otista, Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten,
Sejumlah pengendara melintas di samping gunungan sampah yang ada di Jalan Raya Otista, Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (6/1/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Intinya sih...

  • Benyamin Davnie meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat penumpukan sampah di Tangsel

  • Ia menjanjikan akan menampung kritik dan tuntutan masyarakat serta targetkan penanganan sampah rampung dalam 100 hari kerja

  • Pihaknya memastikan jalur komunikasi antar OPD di Pemkot Tangsel berjalan baik untuk menangani masalah sampah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan permohonan maaf atas pesoalaan sampah yang mengganggu kenyamanan masyarakat di daerahnya.

Ia mengakui, ada kendala teknis yang cukup berat, terutama pascapenutupan TPA Cipeucang dan penghentian sementara kerja sama dengan TPA Cilowong. Menurut dia, kondisi ini sempat membuat alur pembuangan sampah tersumbat. Ia pun memyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebagai langkah cepat, kami sudah mengamankan kerja sama dengan TPA Cileungsi sehingga pembuangan sampah dari titik-titik penumpukan, termasuk di wilayah Ciputat, kini sudah mulai terurai kembali," kata dia dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

1. Janji akan tampung semua kritik warga

Gunungan sampah yang ada di Jalan Raya Otista, Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (6/1/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Benyamin berjanji akan menampung semua kritik dan tuntutan masyarakat dalam membenahi tata kelola lingkungan di Kota Anggrek tersebut.

Ia menyatakan, pihaknya kini telah menetapkan status percepatan penanganan sampah melalui program 100 hari kerja yang terukur, dan melibatkan tim satgas lintas sektoral.

"Saya mendengar dan merasakan kegelisahan adik-adik mahasiswa serta warga. Kritik ini adalah energi bagi kami. Kami tidak tinggal diam, saat ini tim satgas sedang bekerja di lapangan dalam kerangka program 100 hari untuk memastikan tidak ada lagi sampah yang telantar di ruang publik," ujar Benyamin.

2. Targetkan rampung dalam 100 Hari Kerja

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Berdasarkan rencana capaian tim percepatan, Benyamin mengatakan, pihaknya telah menyusun lini masa yang ketat untuk mengembalikan kebersihan kota.

Dia mengatakan, beberapa target utama dalam 100 hari ke depan meliputi pembersihan titik rawan, melakukan pengangkutan sampah secara masif dan rutin di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi penumpukan liar.

Kemudian, optimalisasi armada dengan penambahan frekuensi ritase pengangkutan dan perbaikan unit kendaraan yang terkendala.

“Selain itu, mempercepat kesiapan teknologi pengolahan residu sebagai solusi jangka panjang agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA luar daerah," kata dia.

3. Pastikan jalur komunikasi OPD di Pemkot Tangsel berjalan baik

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjawab kritik artis Leony Vitria soal anggaran (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Benyamin menambahkan, pihaknya terus membuka jalur komunikasi bagi warga untuk melaporkan penumpukan sampah secara langsung agar ditindaklanjuti oleh satgas.

Ia menegaskan, koordinasi antar organisasi pemerintah daerah mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga tingkat kecamatan, kini dilakukan setiap hari untuk memastikan target-target tersebut tercapai tepat waktu.

"Ini adalah kerja kolektif. Saya pastikan Pemkot Tangsel bertanggung jawab penuh. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat terus mengawal proses ini agar Tangerang Selatan kembali bersih dan nyaman untuk kita semua," kata dia.

Editorial Team