Jakarta, IDN Times - Pertunjukan komedi tunggal Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono tak hanya mencetak rekor sebagai tontonan nomor satu Netflix Indonesia, tetapi juga memantik perdebatan luas soal etika, kritik politik, dan batas kebebasan berekspresi di ruang publik.
Analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai Mens Rea telah melampaui status hiburan semata. Berdasarkan analisis percakapan digital, ia melihat pertunjukan tersebut telah berubah menjadi peristiwa sosial-politik dengan resonansi besar dan berlapis.
“Dalam rentang 11 hari, Mens Rea memicu hampir 20 ribu percakapan lintas media sosial dan hampir 1.000 pemberitaan media online, dengan total interaksi mencapai lebih dari 117 juta,” kata Fahmi dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Menurut dia, skala percakapan tersebut menempatkan Mens Rea bukan sekadar karya komedi, melainkan fenomena yang menyentuh isu kekuasaan, hukum, dan demokrasi.
