Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dikabarkan membuka rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Hal itu diketahui dari sebuah flyer yang beredar luas di media sosial.
Dalam flyer tersebut, dikatakan bahwa pendaftaran 30 ribu SPPI dibuka pada Juni 2026. SPPI merupakan program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menteri Pertahanan pada 2020. Tujuan awalnya untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung program ketahanan pangan.
Benarkah kabar tersebut?
Kemhan mengatakan pihaknya menunda rekrutmen program SPPI.
"Perlu kami sampaikan bahwa saat ini pendaftaran SPPI masih ditunda sementara karena pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian atau lembaga, termasuk Kemenpan-RB, Sekretariat Negara dan Kementerian Koperasi," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Rabu (25/3/2026).
Ketika ditanyakan kapan timeline pembukaan pendaftaran usai penundaan, ia mengatakan informasi itu belum ditetapkan. "Timeline pembukaan pendaftaran SPPI belum ditetapkan. Jadwal resmi akan disampaikan setelah seluruh proses finalisasi selesai," tutur dia.
Dengan demikian, informasi yang beredar melalui flyer tersebut dipastikan tidak benar. Apa sesungguhnya fungsi dari SPPI tersebut?
