Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: Benarkah Kemhan Buka Rekrutmen 30 Ribu SPPI?
Koperasi Desa Merah Putih Indrasari, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi Kopdes percontohan dan satu-satu yang beroperasi sejak awal. (IDN Times/Hendra Lianor)
  • Kementerian Pertahanan menunda rekrutmen program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) karena masih dibahas lintas kementerian, meski sebelumnya beredar flyer pendaftaran 30 ribu peserta pada Juni 2026.
  • Program SPPI bertujuan menyiapkan tenaga penggerak untuk 80 ribu Koperasi Merah Putih, dengan perekrutan terbuka bagi lulusan sarjana dan magister dari berbagai jurusan melalui seleksi serta pelatihan Kemhan.
  • Kemhan menegaskan flyer rekrutmen SPPI yang beredar di media sosial adalah hoaks dan meminta masyarakat melapor ke call center bila menemukan informasi mencurigakan terkait program tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dikabarkan membuka rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Hal itu diketahui dari sebuah flyer yang beredar luas di media sosial.

Dalam flyer tersebut, dikatakan bahwa pendaftaran 30 ribu SPPI dibuka pada Juni 2026. SPPI merupakan program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menteri Pertahanan pada 2020. Tujuan awalnya untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung program ketahanan pangan.

Benarkah kabar tersebut?

Kemhan mengatakan pihaknya menunda rekrutmen program SPPI.

"Perlu kami sampaikan bahwa saat ini pendaftaran SPPI masih ditunda sementara karena pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian atau lembaga, termasuk Kemenpan-RB, Sekretariat Negara dan Kementerian Koperasi," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Rabu (25/3/2026).

Ketika ditanyakan kapan timeline pembukaan pendaftaran usai penundaan, ia mengatakan informasi itu belum ditetapkan. "Timeline pembukaan pendaftaran SPPI belum ditetapkan. Jadwal resmi akan disampaikan setelah seluruh proses finalisasi selesai," tutur dia.

Dengan demikian, informasi yang beredar melalui flyer tersebut dipastikan tidak benar. Apa sesungguhnya fungsi dari SPPI tersebut?

2. Puluhan ribu SPPI akan jadi tenaga pengawak 80 ribu koperasi merah putih

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Sebelumnya, di dalam keterangan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, 30 ribu SPPI itu akan dikerahkan untuk menjadi tenaga pengawak bagi 80 ribu koperasi merah putih yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

"Pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan sekitar 30 ribu tenaga pengawak melalui dukungan Kementerian Pertahanan, Polri dan TNI," ujar Donny di dalam rapat percepatan program Koperasi Desa Merah Putih seperti yang ditulis di dalam rilis Kemhan pada Kamis (12/3/2026).

Sedangkan, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait menjelaskan perekrutan SPPI untuk kopdes Merah Putih terbuka untuk umum. "Seluruh sarjana maupun magister dari semua jurusan bisa mendaftar sebagai calon pemimpin di koperasi tersebut," ujar Rico ketika dikonfirmasi pada Jumat (13/3/2026).

Nantinya, kata dia, calon SPPI yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Mereka yang lolos akan menempati posisi manajer di Koperasi Desa Merah Putih yang ada di berbagai daerah. 

2. Kemhan sebut flyer yang beredar di media sosial hoaks

Flyer pengumuman pembukaan pendaftaran 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). (Dokumentasi Istimewa)

Sebelumnya, Rico pernah menjelaskan mengenai flyer yang beredar luas di media sosial. Ia mengatakan flyer yang beredar di medsos tersebut tidak benar.

Jenderal bintang satu itu meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. "Informasi yang tidak berasal dari akun resmi Kementerian Pertahanan dan Kementerian Koperasi perlu diwaspadai," ujar Rico pada Senin (16/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau langsung menyebarkan informasi tersebut. "Jangan mudah mempercayai atau langsung menyebarkan informasi tersebut," tutur dia

Rico menyampaikan Kemhan dan Kementerian Koperasi juga telah meluruskan adanya kabar rekrutmen SPPI tersebut ke masyarakat salah satunya lewat unggahan Instagram resmi @kemenkop dan @kemhanri.

3. Kemhan minta warga hubungi call centre bila ditemukan informasi mencurigakan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait. (IDN Times/Imam Faishal)

Rico turut mengimbau masyarakat apabila menemukan informasi mencurigakan, segera saja melaporkan kepada call center.  "Apabila menemukan informasi yang mencurigakan, silakan melaporkannya melalui Call Center 1500587," kata Rico. 

Ia menambahkan informasi resmi terkait rekrutmen SPPI Kopdes akan diumumkan segera. "Jadi memang ada rekrutmen SPPI Kopdes. Publikasinya sedang kami siapkan," imbuhnya.

Editorial Team