Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menyampaikan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan dimulai pada Jumat, 23 Januari 2026. Kandidat nomor urut tiga Solihin M. Juhro akan mendapatkan giliran pertama.
Misbakhun mengatakan, fit and proper test calon Deputi Gubernur BI akan dibagi dua sesi. Sesi pertama digelar esok hari dan sesi kedua digelar pada Senin, 26 Januari 2026.
"Fit and proper besok itu rencananya Jumat jam 9 kita, dari tiga calon, kita mulai dari yang nomor tiga, yaitu Bapak Solihin M. Juhro, itu kita mulai jam 9," kata Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Adapun, Thomas Djiwandono yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan visi-misi pencalonannya sebagai calon Deputi Gubernur BI pada Senin depan.
Mibakhun mengatakan, pengambilan keputusan Calon Deputi Gubernur BI akan diumumkan ke publik, setelah ketiga kandidat memaparkan visi-misinya di hadapan Komisi XI DPR RI pada Senin, 26 Januari 2026 malam.
"Calon berikutnya di Senin dua, dan kemudian malamnya kita ambil keputusan untuk pengambilan keputusan siapa yang akan dipilih," kata Legislator Fraksi Partai Golkar itu.
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan Thomas Djiwandono telah mengundurkan diri sebagai kader Gerindra sejak 31 Desember 2025. Sebab, Deputi Gubernur BI tidak boleh berasal dari partai politik.
Dasco mengatakan, tidak ada intervensi dari Presiden Prabowo terkait nama Thomas menjadi kandidat Deputi Gubernur BI. Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo.
"Bahwa pengusulan Thomas Djiwandono sebagai deputi Gubernur BI itu adalah pilihan dari Gubernur BI sendiri. Nah, sehingga kalau dikatakan ada intervensi misalnya dari Presiden pengusulan itu kemudian dari Gubernur BI dan kemudian tentunya masyarakat perlu tahu bahwa pengambilan keputusan di BI itu adalah kolektif kolegial," ucap dia.
