Jakarta, IDN Times - Ketua Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia yang juga politikus PDIP, Rieke Diah Pitaloka, mengunjungi pengemudi ojek online atau ojol, Moh Umar Amarudin, yang menjadi korban kekerasan polisi dalam demonstrasi di gedung DPR RI, Kamis, 28 Agustus 2025. Rieke membesuk Umar di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, Jumat (29/8/2025).
Dalam kunjungannya, Rieke sempat mendengarkan cerita Umar tentang peristiwa nahas yang menimpanya. Selain itu, dia juga membesuk tiga korban lain yang dirawat inap di rumah sakit yang sama.
Total, ada 14 orang yang ditangani RS Pelni korban demonstrasi di DPR RI. Sebanyak 10 orang diizinkan menjalani rawat jalan, sedangkan empat lainnya dirawat inap. Itu pun salah seorang sudah dirujuk ke RSPAD Jakarta.
“Tadi kan artinya dari tiga pasien yang masih bisa di Rumah Sakit Pelni, karena satu sudah di RSPAD, ketiganya ini adalah bukan orang yang ikut aksi,” kata Rieke kepada IDN Times, Jumat.
“Memang yang satu, Umar, sedang salat. Kemudian yang satu itu juga lagi mau membeli makanan, motornya hilang. Yang ketiga, itu juga sama, anaknya malah, mau beli makanan ya. Artinya mereka bukan pihak yang ikut demonstrasi,” kata Rieke.
Rieke menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang melakukan kekerasan menangani masyarakat sipil, baik demonstran maupun warga yang lewat, yang berada di area demonstrasi.
“Mungkin ke depannya ini aparat yang menghadapi dan menangani demonstrasi untuk SOP-nya lebih baik lagi. Tidak asal tangkap, tidak asal pukul, begitu,” kata mantan pemeran Oneng dalam serial Bajaj Bajuri.
Rieke juga menyinggung soal biaya perawatan para korban yang ditangani di RS Pelni. Menurut dia, seluruhnya akan ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Untuk pembiayaan, karena tidak masuk di dalam apa yang harus ditanggung oleh BPJS, bukan sakit, bukan kecelakaan kerja, itu biasanya memang ada skema lain. Untuk di DKI Jakarta ini semuanya ditanggung oleh Jamkesda atau oleh Pemprov. Gubernur sudah menyatakan ditanggung semuanya,” kata Rieke.