Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat belum tersedianya fasilitas penyeberangan.
Dia mengatakan, kondisi ini disebut terjadi karena marka zebra cross sebelumnya tertutup oleh lapisan aspal baru sebagai dampak dari kegiatan pemeliharaan berkala jalan serta pembangunan dan peningkatan trotoar pada akhir tahun 2025.
Permintaan maaf ini disampaikan menyusul sebuah video yang menunjukkan zebra cross bergambar di depan Gereja Bukit Moria, Tebet, viral di media sosial. Viralnya zebra cross tersebut karena dicat tidak seperti zebra cross pada umumnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga menyatakan akan membangun lima titik zebra cross di Jalan Soepomo, termasuk pembangunan ulang di depan Gereja Bukit Moria, dengan empat titik di antaranya mulai dikerjakan pada Senin (30/3/2026) malam.
“Kami berharap kehadiran zebra cross ini dapat mendukung mobilitas warga yang lebih aman dan tertib, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati di jalan,” ujar Heru di Jakarta, dikutip dari siaran pers, Selasa (31/3/2026).
