Jakarta, IDN Times - Menjelang perayaan Natal 25 Desember mendatang, kembali beredar isu terkait boleh tidaknya mengucapkan Selamat Natal kepada umat Nasrani. Menurut Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas, ucapan Selamat Natal dalam konteks persaudaraan manusia tidak menjadi persoalan jika tidak dikaitkan dengan ranah teologis.
"Kita cukup dengan menghargai apa yang umat agama lain lakukan dengan membiarkannya dan tidak berbuat keributan. Biarkanlah mereka lakukan apa yang mereka yakini, sedang kita fokus pada apa yang kita yakini. Itu intinya," kata Robikin, seperti dilansir Antara, Senin (23/12).