Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 7,7 yang Berpotensi Tsunami di 5 Provinsi
Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • BMKG melaporkan gempa magnitudo 7,7 mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, dan dirasakan hingga wilayah timur Indonesia pada Senin (8/6/2026).
  • Hasil analisis menunjukkan gempa tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk lima provinsi di Indonesia namun belum ada laporan kerusakan dari daerah terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada gempa besar di laut dekat Mindanao, Filipina. BMKG bilang gempanya kuat sekali, sampai terasa di banyak tempat di Indonesia timur. Gempa ini terjadi karena lempeng bumi bergerak naik. BMKG kasih tahu ada bahaya tsunami untuk lima provinsi. Tapi sampai sekarang belum ada kabar rumah rusak atau orang terluka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026). Ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Gempa tersebut juga dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathan mengatakan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal. Hasil analisis BMKG juga menunjukkan sumber gempa berasal dari aktivitas subduksi lempeng.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Faisal dalam konferensi pers.

Selain itu, BMKG menyebut mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik pada bidang patahan. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah thrust fault.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," ujarnya.

BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia dengan intensitas yang berbeda-beda. Guncangan terkuat tercatat di Kota Morotai, Halmahera Utara dengan intensitas V Modified Mercalli Intensity (MMI)

"Gempabumi ini dirasakan di Kota Morotai, Halmahera Utara dengan skala intensitas V MMI," katanya.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Kabupaten Gorontalo Utara. Adapun guncangan dengan intensitas III MMI dirasakan di Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dan Halmahera Tengah.

Meski guncangan dirasakan di sejumlah daerah, BMKG menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujar Teuku.

Sebelumnya BMKG juga melaporkan gempa berkekuatan magnitudi 7,7 terjadi Kepulauan Mindanau, Filipina, Senin (8/6/2206) pukul 06.30 WIB. BMKG lalu mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk lima provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.

Editorial Team

Related Article