Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TNI Angkatan Darat (AD) bergerak cepat merespons bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan putusnya jembatan yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga
TNI Angkatan Darat (AD) bergerak cepat merespons bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan putusnya jembatan yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara (dok. Dinas Penerangan TNI AD)

Intinya sih...

  • Distribusi logistik akan dilakukan lewat laut ke daerah yang terisolir

  • Jumlah korban meninggal dunia di tiga provinsi bertambah jadi 303 jiwa

  • Komunikasi masih andalkan Starlink

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengakui proses distribusi logistik tidak mudah dilakukan di sejumlah titik terdampak bencana banjir Sumatra yang masih terisolir. Sementara, warga tetap butuh makan untuk bertahan hidup.

Itu sebabnya ketika tim satgas gabungan sedang mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsari, Tapanuli Tengah dicegat oleh sekelompok warga. Mereka berusaha merebut logistik karena merasa lapar. Suharyanto memerintahkan agar logistik itu dibagikan saja kepada warga.

"Tentu kami percaya, masyarakat tidak memiliki niat jahat tapi mungkin karena ada yang belum makan selama beberapa hari. Tapi, begitu kami berikan, kebutuhan mereka kami dengar lalu kami kami beri penjelasan bahwa logistik ini akan datang secara terus menerus. Bukan hanya sekali dua kali," ujar Suharyanto ketika memberikan keterangan pers, Sabtu (29/11/2025).

Pernyataan itu disampaikan oleh Jenderal bintang tiga TNI AD tersebut untuk merespons adanya beberapa peristiwa penjarahan ke minimarket di lokasi bencana yang masih terisolir. Salah satu aksi penjarahan terjadi di Tapanuli Tengah. Momen tersebut direkam oleh warga dan viral di media sosial.

Di sisi lain, dalam proses pendistribusian logistik juga terbatas. Sebab, ada batas kapasitas angkut.

"Apalagi di titik-titik jalur darat yang terputus, maka pendistribusian logistik hanya bisa melalui udara. Itu pun tidak bisa pesawat-pesawat besar yang masuk, hanya pesawat kecil. Maka itu dibatasi dengan kapasitas," tutur dia.

Ia pun memastikan kondisi di sejumlah titik yang masih terisolir sudah kondusif, setelah warga yakin bantuan akan terus berdatangan. "Silakan dicek baik ke Tapanuli Tengah maupun Sibolga," imbuhnya.

1. Distribusi logistik akan dilakukan lewat laut ke daerah yang terisolir

Situasi warga di Sumatra Utara yang menjarah beberapa minimarket karena keterbatasan logistik yang masuk. (Dokumentasi Istimewa)

Lebih lanjut, Suharyanto pun tak menampik bisa saja peristiwa penjarahan terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Sebab, jalur transportasi di Banda Aceh, Lhokseumawe dan Bener Meriah terisolir.

"Tapi, kami pun tidak tinggal diam. Contoh di Kota Sibolga, bila pendistribusian hanya terbatas lewat udara, maka kami akan distribusikan lewat laut. Minggu esok KRI milik TNI Angkatan Laut (AL) akan masuk dan membawa bahan makanan dari Medan. Nantinya akan masuk ke Sibolga," tutur dia.

Selain itu, tim satgas gabungan menyewa kapal cepat milik masyarakat untuk membawa logistik bagi warga di Bener Meriah dan Aceh Tamiang.

2. Jumlah korban meninggal dunia di tiga provinsi bertambah jadi 303 jiwa

Dampak kerusakan yang diakibatkan usai terjadi banjir di Sumatra Barat. (Dokumentasi BNPB)

Sementara, berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.

"Artinya, dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia. Temuan ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," ujar Suharyanto.

Angka itu pun bisa bertambah lantaran masih ada 143 jiwa yang hilang. Apalagi dari 25 kabupaten, sebanyak 8 kabupaten di antaranya terdampak banjir hebat.

Jenderal bintang tiga itu turut melaporkan, Kabupaten Tapanuli Tengah masih menjadi area yang terparah yang terdampak bencana di Sumut. Di daerah itu total ada 1.100 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di sebuah gelanggang olahraga.

Jumlah korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Barat sudah mencapai 137. Sebanyak 47 korban meninggal ditemukan di Aceh. Sebanyak 90 jiwa lainnya ditemukan meninggal di Sumatra Barat.

Angka korban meninggal itu diprediksi akan terus bertambah lantaran jumlah orang yang dilaporkan hilang cukup tinggi. Ada 51 orang yang dilaporkan hilang di Aceh. Sedangkan di SUmbar, orang hilang dilaporkan mencapi 85.

3. Komunikasi masih andalkan Starlink

Starlink (starlink.com)

Terkait komunikasi, di Tapanuli Tengah dan Sibolga masih sulit. Warga dan pejabat setempat hanya mampu menggunakan komunikasi terbatas dengan Starlink.

"Di sana sudah lebih banyak digelar strategi komunikasi terbatas, Starlink. Starlink sudah lebih banyak didistribusikan ke Tapanuli Tengah dan Sibolga," ujar Suharyanto.

Dengan begitu, masyarakat yang berada di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah secara terbatas sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang ada di luar area itu.

Editorial Team