Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia hingga 20 Januari 2026. Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 19 Januari 2026 hingga 20 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Salah satu kejadian utama dilaporkan terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
"Kejadian bencana yang tercatat masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan angin kencang," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).
Abdul menjelaskan, banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Banjir tersebut berdampak pada 27 desa di 12 kecamatan dan satu kelurahan.
“Peristiwa bermula saat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, sehingga air masuk ke permukiman warga pada Minggu (18/1) pukul 09.00 WIB,” kata Abdul.
