Jakarta, IDN Times - Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Setiap tahunnya, lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke Tanah Suci, ditambah dengan jemaah umrah yang estimasinya mencapai lebih dari 1,5 juta orang.
Di balik kesakralan ibadah tersebut, terdapat potensi ekosistem ekonomi global yang memiliki nilai sangat besar. Sektor ini mencakup penginapan, konsumsi, transportasi, logistik, hingga beragam layanan pendukung lainnya.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui anak usahanya, BPKH Limited, menjadi instrumen investasi di dalam ekosistem haji dan umrah. Lembaga ini dibentuk bukan untuk sekadar menjadi perantara layanan, tapi untuk membangun pijakan Indonesia dalam struktur ekonomi haji.
Anggota Badan Pelaksana (BP) BPKH Bidang Investasi Langsung, M. Arief Mufraini, menjelaskan orientasi lembaganya sejak awal adalah melakukan investasi langsung.
"Orientasi awal pembentukan BPKH Limited atas dukungan kementerian lainnya yaitu Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan yang berdiri tahun 2023 adalah investasi langsung di ekosistem haji dan umrah," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
