Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[BREAKING] Bakamla Temukan 1 Kantong Korban Sriwijaya Air SJY 182
Default Image IDN

Jakarta, IDN Times - Badan Keamanan Laut (Bakamla) menemukan dua kantong dari pesawat Sriwijaya Air SJY 182. Satu kantong berupa jenazah korban dan satu kantong lainnya merupakan badan pesawat.

"Dengan kondisi kurang bersahabat, tidak sekencang kemarin, tapi penyelam kita masih dapat menemukan body part dan pesawat," kata Direktur Operasi Basarnas Rasman MS di Pelabuhan JICT II, Jakarta Utara, Rabu (13/1/2021).

Dengan penemuan ini, kini terdapat 140 kantong jenazah dan 27 kantong badan pesawat Sriwijaya Air SJY 182.

Sebelumnya, Badan SAR Nasional (Basarnas) sempat memutuskan menghentikan pencarian pada hari ke-5 jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182. Meski akhirnya mereka menyatakan pencarian dilanjutkan ketika cuaca sudah lebih baik.

Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Basarnas Abdul Haris Achadi mengatakan, cuaca buruk disertai ombak setinggi 2,5 meter menyulitkan untuk melakukan evakuasi badan pesawat dan penumpang pesawat.

“Untuk sementara off. Kita lihat cuaca ini. Dapat informasi di sana tinggi gelombang 2,5 meter,” kata Abdul Haris pagi ini.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Diduga, pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. 

Pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut mengangkut 62 orang, terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, serta 12 kru pesawat.

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817. Ada juga posko di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta juga membuka saluran khusus insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dan layanan psikologi bagi keluarga korban, dengan nomor hotline 0812 3503 9292.

Editorial Team