ilustrasi petugas medis melakukan tes swab kepada salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Kalimantan Utara (ANTARA FOTO/Fachrurrozi)
Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (COVID-19). Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention, cdc.gov (26/2), COVID-19 merupakan sebuah jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.
Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Dilaporkan banyak pasien yang menderita virus ini, dan ternyata terkait dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut. Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.
Dikutip dari BBC, (26/2), koresponden kesehatan dan sains BBC Michelle Roberts and James Gallager mengatakan, di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular.
Diduga virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia. Bahkan, belakangan ada penularan ke harimau di Amerika Serikat. Gejala virus ini antara lain deman hingga 38 derajat Celcius, sesak napas, batuk kering, pegal-pegal, dan hilang penciuman. Namun, ada juga kasus tanpa gejala yang belakangan banyak ditemui di banyak negara.
Untuk mencegah penularan virus corona adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, hindari kontak langsung dengan suspect virus corona, hindari kontak langsung dengan hewan liar atau ternak, hindari kontak dengan mereka yang memiliki gejala seperti demam dan flu, menggunakan masker saat batuk dan flu, selalu hindari kerumunan dan menjaga jarak.