PERSAGI gelar edukasi siswa/ dok PERSAGI
Namun, ia mengingatkan tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan capaian tersebut, melainkan menurunkannya lebih jauh sesuai target nasional.
Menurut Doddy, di sinilah peran ahli gizi menjadi sangat penting, termasuk dalam menyusun perencanaan menu, menghitung kebutuhan protein seperti telur, serta memastikan keseimbangan gizi dalam satu hari, bukan hanya satu kali makan.
"Target kita 2029 itu 14,2 persen, dan menuju 2045 kita ingin di angka 5 persen. Nah, bagaimana inovasinya? Di sinilah peran PERSAGI dan tenaga gizi untuk melakukan edukasi yang terus-menerus,” jelasnya.
Sebagai salah satu upaya meningkatkan edukasi gizi, PERSAGI menggelar lomba yang diikuti mahasiswa Prodi Diploma III Gizi serta Prodi Sarjana Terapan dan Dietetika. Acara ini juga dihadiri alumni gizi angkatan 1971 dan 1972, Ketua DPP PERSAGI, serta Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta II.
Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran gizi dalam menunjang kesehatan, produktivitas, dan kualitas SDM. Pada HGN ke-66, persoalan gizi masih menjadi perhatian besar, mulai dari stunting, gizi kurang, anemia, obesitas, hingga meningkatnya penyakit tidak menular.