Comscore Tracker

Nekat Buat Tablig Akbar, 500 Orang Dibubarkan Paksa Polisi Tangerang

Bahkan ada yang datang dari Bogor

Tangerang, IDN Times - Dinilai tidak mengindahkan imbauan Kapolri dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menahan diri di rumah agar terhindar dari virus corona COVID-19, sekitar 500 orang di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, dibubarkan oleh Kepolisian Polresta Tangerang, Rabu (25/3).

Kerumunan masyarakat itu tetap nekat mengadakan kegiatan tablig akbar, dengan mendirikan panggung dan umbul-umbul di tengah lapangan luas di Desa Margasari.

Baca Juga: Wabah COVID-19 Meluas, Summarecon Tutup Tiga Mal

1. Masih ada saja yang mengadakan acara dan mengundang banyak massa

Nekat Buat Tablig Akbar, 500 Orang Dibubarkan Paksa Polisi TangerangDOK. Polresta Tangerang

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pihaknya bersama aparatur kecamatan serta MUI setempat mendapati adanya suatu kegiatan yang memiliki massa lebih dari 500 orang.

"Kami minta mohon kerja sama seluruh masyarakat, kita harus bersungguh-sungguh memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Tentunya untuk meningkatkan keselamatan umat manusia juga," jelas Ade kepada IDN Times.

2. Ada massa yang berasal dari Kabupaten Bogor

Nekat Buat Tablig Akbar, 500 Orang Dibubarkan Paksa Polisi TangerangANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ade mengatakan, 500 orang itu berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Tangerang, bahkan dari pendataan polisi ada yang berasal dari kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut juga bahkan diadakan oleh majelis taklim yang berdomisili di Kecamatan Tigaraksa.

"Di sana kami sekaligus kembali mengingatkan masyarakat untuk mencegah penularan wabah virus ini, karena di wilayah Tigaraksa penyebarannya cukup masif," ujar Ade.

3. Polisi bongkar seluruh peralatan untuk membubarkan massa

Nekat Buat Tablig Akbar, 500 Orang Dibubarkan Paksa Polisi TangerangDOK. Polresta Tangerang

Menurut Kapolres, massa tersebut perlahan mulai membubarkan diri setelah pihaknya memberikan pemahaman. Para petugas pun membongkar seluruh peralatan, umbul-umbul, dan panggung yang sempat didirikan.

"Pukul 11.40 WIB mereka sudah bubar, dan berlangsung aman serta tertib," ucap Ade.

Sebelumnya polisi juga sempat membubarkan paksa warga dari berbagai kalangan usia, yang tengah asyik bermain video game di warung internet (warnet) dan PlayStation (PS) di kawasan Kecamatan Panongan dan Cikupa.

Di sana polisi mendapati belasan warga serta para pemilik tempat bermain itu yang tidak mempedulikan maklumat serta imbauan untuk berada di rumah.

Baca Juga: Polisi Tangerang Bubarkan Paksa Para Gamer di Warnet

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya