Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: Benarkah Pemerintah Tunda Rekrutmen ASN?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah tidak menunda rekrutmen ASN; klarifikasi Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan narasi di media sosial tersebut adalah hoaks.
  • Rekrutmen ASN difokuskan pada sektor prioritas seperti pendidikan, kelautan, dan kesehatan yang masih kekurangan tenaga profesional.
  • Pernyataan soal kondisi fiskal hanya menjelaskan penyesuaian jumlah rekrutmen dengan kebutuhan dan batas usia pensiun ASN, bukan alasan penundaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Beredar narasi di media sosial mengenai pemerintah menunda rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Narasi tersebut mengutip pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

Disebutkan, penundaan rekrutmen ASN karena masih mempertimbangkan kondisi fiskal. Benarkah demikian? Bagaimana faktanya?

1. Faktanya tidak benar

Ilustrasi Cek Fakta (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasarkan pernyataan utuh Prasetyo yang disampaikan saat konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026), usai Rakor Pengawalan Program Strategis Presiden, narasi bahwa pemerintah menunda rekrutmen ASN itu tidak benar.

Dalam pernyataannya saat itu, Prasetyo menjelaskan mengenai pembahasan rekrutmen ASN untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo mengatakan, calon ASN yang akan direkrut berfokus di sektor pendidikan, kelautan hingga kesehatan. Kementerian Kesehatan mencatat, dari 10 ribu puskesmas, 4 ribu di antaranya masih kekurangan tenaga medis.

2. Pernyataan soal fiskal yang disampaikan Prasetyo

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prasetyo menyampaikan, pada sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah diminta ulang menghitung kebutuhan tenaga pendidik.

Meski demikian, Prasetyo masih belum menjelaskan secara rinci jumlah ASN yang akan direkrut. Sebab, pemerintah masih mempertimbangkan kondisi fiskal dengan kebutuhan ASN. Nah, bagian ini dijadikan narasi di media sosial yang menyebutkan pemerintah menunda rekrutmen ASN terkait fiskal.

"Tadi saya sampaikan, bahwa kalau pernyataan jumlah (yang akan direkrut) kita belum, siang ini belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti. Tetapi, bahwa setiap tahun, kalau pertanyaannya adalah berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun," kata dia.

"Jadi mungkin kalau kita mau menjaga fiskal kita, maka kita mau menyesuaikan dengan jumlah tadi (rekrutmen ASN prioritas). Jadi berapa yang misalnya masuk batas usia pensiun itulah yang kemudian batas kemampuan untuk kita melakukan rekrutmen ASN baru, tentunya sekali lagi untuk menjalankan program-program prioritas dari pemerintah," sambungnya.

3. Cek keaslian informasi di berbagai sumber

Ilustrasi cek fakta hoaks (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dari penelusuran IDN Times, kesimpulannya: narasi bahwa pemerintah menunda rekrutmen ASN karena pertimbangan fiskal adalah hoaks alias tidak benar.

Bagi sobat Milenial dan Gen Z, sebaiknya mengecek kebenaran informasi di berbagai sumber. IDN Times membuat artikel terkait pernyataan Prasetyo tersebut dengan judul "Rapat 3 Jam, Pemerintah Bahas Rekrutmen ASN untuk Program Prioritas".

Jadi, jangan langsung percaya terhadap apa yang ada di media sosial. Sebaiknya saring sebelum sharing, ya!

Editorial Team