Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Prasetyo menyampaikan, pada sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah diminta ulang menghitung kebutuhan tenaga pendidik.
Meski demikian, Prasetyo masih belum menjelaskan secara rinci jumlah ASN yang akan direkrut. Sebab, pemerintah masih mempertimbangkan kondisi fiskal dengan kebutuhan ASN. Nah, bagian ini dijadikan narasi di media sosial yang menyebutkan pemerintah menunda rekrutmen ASN terkait fiskal.
"Tadi saya sampaikan, bahwa kalau pernyataan jumlah (yang akan direkrut) kita belum, siang ini belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti. Tetapi, bahwa setiap tahun, kalau pertanyaannya adalah berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun," kata dia.
"Jadi mungkin kalau kita mau menjaga fiskal kita, maka kita mau menyesuaikan dengan jumlah tadi (rekrutmen ASN prioritas). Jadi berapa yang misalnya masuk batas usia pensiun itulah yang kemudian batas kemampuan untuk kita melakukan rekrutmen ASN baru, tentunya sekali lagi untuk menjalankan program-program prioritas dari pemerintah," sambungnya.