Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia kekurangan dokter dan berencana menambah kampus kedokteran, saat berdiskusi dengan jurnalis, pengamat, dan ahli di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 19 Maret 2026
Dalam forum tersebut, Prabowo menyebut Indonesia kekurangan hingga 140 ribu dokter, dan pemerintah berencana membangun sejumlah universitas atau fakultas kedokteran baru beserta rumah sakit risetnya.
Berdasarkan penelusuran data resmi, klaim kekurangan dokter memiliki dasar, namun tidak bersifat tunggal. Mengacu standar World Health Organization, rasio ideal adalah 1 dokter per 1.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini, kebutuhan dokter memang belum sepenuhnya terpenuhi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemenkes, jumlah tenaga medis atau dokter di Indonesia mencapai sekitar 207.174 orang pada akhir 2024, yang mencakup dokter umum, spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis. Rasio dokter masih rendah, sekitar hingga per 1.000 penduduk, di bawah standar WHO.