Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuaca Belum Baik, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Masih Ada di Laut RI
Ilustrasi gelombang tinggi di Pantai Ampenan Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Intinya sih...

  • BMKG kembali peringatkan tentang peningkatan gelombang laut di beberapa wilayah perairan Indonesia.

  • Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi ini termasuk Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, dan lainnya.

  • Gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan yang berhadapan langsung dengan samudra lepas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi, yang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia. Peringatan ini berlaku untuk 26 hingga 29 Januari 2026.

Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah utara hingga timur laut, dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 20 knot. Sementara, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan 6 hingga 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Yogyakarta hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

1. Potensi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter

Ilustrasi gelombang tinggi (IDN Times/Mardya Shakti)

Peningkatan gelombang dengan ketinggian antara 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan. Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi ini meliputi Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur, serta Laut Bali.

Selain itu, potensi gelombang setinggi ini juga diprediksi terjadi di Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan Laut Arafuru bagian tengah serta timur. Wilayah lain yang terdampak mencakup Selat Malaka bagian utara, Laut Sumbawa, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Papua Barat, dan Samudra Pasifik utara Papua.

2. Ada potensi gelombang hingga 4 meter

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan yang berhadapan langsung dengan samudra lepas. Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, hingga Samudra Hindia barat Lampung.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di perairan selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, tepatnya di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

3. Nelayan diimbau berhati-hati

Ilustrasi gelombang tinggi menerjang daerah pesisir. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG menyoroti risiko keselamatan pelayaran berdasarkan kategori kapal dan ketinggian gelombang. Masyarakat dan nelayan diimbau memperhatikan ambang batas aman berikut ini:

Perahu nelayan memiliki risiko keselamatan jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang berada di atas 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sementara untuk kapal feri, risiko terjadi jika kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi dimohon, agar tetap selalu waspada demi keselamatan bersama.

Editorial Team