Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pesawat ATR 72-500 (unsplash.com/bornil)
Ilustrasi pesawat ATR 72-500 (unsplash.com/bornil)

Intinya sih...

  • Cuaca saat pesawat ATR 42-500 hilang di Makassar sedikit berawan dengan jarak pandang sekitar 8 kilometer.

  • Seluruh operator penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca dan mematuhi persyaratan cuaca minimum.

  • Pihak terkait akan terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa, memaparkan kondisi dan cuaca sekitar saat pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Cuaca di wilayah tersebut sedikit berawan dengan jarak pandang sekitar 8 kilometer.

"Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan," kata dia dalam keterangannya.

Lukman menuturkan, berkaitan dengan antisipasi kondisi cuaca, seluruh operator penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca, melakukan perencanaan penerbangan secara maksimal, serta mematuhi persyaratan cuaca minimum pada tahap dispatch, take off, dan landing sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

"Selain itu, operator penerbangan diimbau untuk mengimplementasikan ALAR (Approach and Landing Accident Reduction) Toolkit sebagai langkah pencegahan terjadinya incident dan accident, khususnya pada fase pendekatan dan pendaratan di kondisi cuaca buruk maupun wilayah pegunungan," jelasnya.

Lukman memastikan, pihaknya akan terus berkoordinasi melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi lain untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt Andy Dahananto. Namun saat ingin mendarat, pesawat hilang kontak di sekitar Maros, Makassar. Jumlah orang dalam pesawat dilaporkan 10 orang, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang.

Editorial Team