Comscore Tracker

Kabar Gembira! Dengan Pilah Sampah, Warga Jabar Bisa Dapat Emas

Penasaran mau tahu gimana caranya?

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meresmikan program bank sampah bernama 'Sehate' The Gade Clean adn Gold. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau memilah sampah sebelum dibuang. Kemudian sampah yang memiliki nilai tinggi dalam volume besar bisa ditukar dengan emas. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, program ini dilakukan agar masyarakat tidak sembarang membuang sampah dalam bentuk apapun, di manapun. Terlebih sampah dari masyarakat, khususnya berbahan plastik, yang tercecer dan berakhir di lautan. 

"Harapannya suatu hari nanti, tidak ada lagi sampah, khususnya plastik yang mengotori lautan Indonesia dari tanah Jabar," ujar Ridwan ketika meresmikan program tersebut di Kabupaten Pangandaran pada Sabtu (13/7) lalu. 

Lalu, bagaimana mekanisme warga bisa menukarkan sampah menjadi emas?

1. Dengan menukarkan sampah, warga bisa naik haji lho!

Kabar Gembira! Dengan Pilah Sampah, Warga Jabar Bisa Dapat Emas(Ilustrasi pengolahan sampah) Istimewa

Emil, sapaan akrabnya, menuturkan, konversi sampah menjadi emas merupakan inovasi karena selama ini bank sampah hanya langsung memberikan uang ketika ada warga membawa sampah yang telah dipilah dan memiliki nilai jual. Pemprov Jabar menggandeng PT Pegadaian. 

Sementara, mengenai tata cara penukaran sampah, nantinya warga tidak langsung memperoleh ganti berupa uang, melainkan diubah menjadi tabungan emas. 

PT Pegadaian sudah berkomitmen, apabila tabungan sampah sudah mencapai berat 3,5 kilogram maka warga akan diberikan jatah satu kursi untuk ibadah haji.

"Kalau tabungan emasnya sudah mencapai 3,5 kilogram akan didaftarkan haji dan sudah dijamin dapat satu kursi oleh Pegadaian," kata dia. 

Maka, mantan Wali Kota Bandung itu mengimbau masyarakat untuk segera memilah sampah dan menukarkannya ke bank sampah. Selain dapat mengurangi tumpukan sampah, hal tersebut juga akan menjadi kebiasaan positif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Dengan kebiasaan positif memilah dan menyetor sampah, tiba-tiba suatu hari ada berita sudah siap berangkat haji. Saya kira ini kan positif, khususnya untuk golongan menengah ke bawah," kata Emil.

Baca Juga: Indonesia Peringkat 2 Penyumbang Sampah Laut Terbanyak!

2. Pangandaran jadi pilot project

Kabar Gembira! Dengan Pilah Sampah, Warga Jabar Bisa Dapat EmasGoogle

Untuk proyek perdana, Emil memilih Kabupaten Pangandaran sebagai daerah percontohan karena kawasan ini merupakan tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Keberadaan wisatawan selain mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar, juga bisa berdampak pada penumpukan sampah yang mereka gunakan.

Pempov Jabar yang memprioritaskan daerah pariwisata dalam program ini berharap agar sampah yang tersisa dari keberadaan wisatawan tidak diabaikan dan terbawa ke laut sehingga ekosistemnya terganggu.

"Kami prioritaskan dulu di daerah pariwisata, makanya Pangandaran dipakai sebagai tempat launching agar tempat wisata Jabar lainnya juga jadi bersih," kata dia. 

3. PT Pegadaian bertekad ikut memperbaiki kondisi lingkungan

Kabar Gembira! Dengan Pilah Sampah, Warga Jabar Bisa Dapat EmasANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Direktur PT Pegadaian Teguh Wahyono mengungkapkan, pihaknya memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khususnya mengenai kebersihan lingkungan. Selain itu, program tersebut juga mendukung Pemprov Jabar dalam mengurangi sampah plastik.

"Salah satu konsep dari CSR kita adalah kebersihan lingkungan dan kebersihan hati karena kami juga ingin berkontribusi membantu ibadah masyarakat," kata Teguh. 

Ia menilai sampah plastik masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Padahal, sampah jenis tersebut berbahaya lantaran sulit diurai. 

Ia bertekad akan menciptakan lingkungan yang sehat tanpa sampah dan mendukung sektor Pariwisata Jawa Barat.

4. Daftar harga sampah sesuai jenis yang bisa dijadikan tabungan emas

Kabar Gembira! Dengan Pilah Sampah, Warga Jabar Bisa Dapat EmasANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

1. Kardus                           : Rp 1.300,-
2. Marga                            : Rp 400,-
3. Kertas Koran A             : Rp 1.300,-
4. Kertas Koran B             : Rp 800,-
5. Kertas Buram C            : Rp 500,-
6. Botol Bodong               : Rp 3.500,-
7. Botol Bodong Warna   : Rp 2.300,-
8. Botol Bodong Campur : Rp 2.300,-
9. Bodong Gelas               : Rp 5.500,-
10. Tutup Botol                : Rp 3.000,-
11. Plastik Campur           : Rp 1.800,-
12. Alumunium                : Rp 13.000,-
13. Besi                            : Rp 2.500,-
14. Kantong semen          : Rp 1.800,-
15. Botol                          : Rp 500,-
16. Galon                          : Rp 5.000,-
17. Botol Marjan              : Rp 100,-
18. Kaleng                        : Rp 1.000,-
19. Kipas                          : Rp 5.000,-
20. Magicom                    : Rp 5.000,-
21. Paku                            : Rp 2.000,-

Baca Juga: Limbah Rumah Tangga Buat Air Sungai di Bandung Hitam dan Berbusa

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya