Comscore Tracker

Terinfeksi Virus Corona, Dokter di Kota Bandung Meninggal Dunia

RSHS tidak menjelaskan riwayat terjangkitnya dokter tersebut

Bandung, IDN Times - Seorang dokter di Bandung, Jawa Barat, meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona atau COVID-19. 

Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Muhammad Kamaruzzaman mengungkapkan, pasien positif tersebut sempat bekerja sebagai dokter di rumah sakit di Kota Bandung. 

"Kami sampaikan hari ini ada pasien PDP (pasien dalam pengawasan) positif usia 57 tahun meninggal. Dia adalah dokter yang pernah bekerja di salah satu rumah sakit di Jawa Barat," ujar Kamaruzzaman melalui siaran pers, Kamis (26/3).

Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah yang bersangkutan terpapar setelah melakukan perawatan kepada pasien positif corona atau tidak. Pihak RSHS belum bisa memaparkan dari mana dokter ini terjangkit COVID-19.

1. Pasien positif virus corona yang dirawat di RSHS bertambah 6 orang, total jumlah 16 orang per hari ini

Terinfeksi Virus Corona, Dokter di Kota Bandung Meninggal DuniaIlustrasi penanganan pasien virus corona. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Kamaruzzaman mengatakan, jumlah PDP yang saat ini dirawat di RSHS bertambah tujuh orang menjadi 31 orang. Untuk pasien positif saat ini bertambah 6 orang, menjadi total 16 orang.

"Mereka terdiri dari sembilan laki-laki dan tujuh perempuan," ujarnya.

Sedangkan mereka yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) total menjadi 261, bertambah enam orang dari hari sebelumnya.

Baca Juga: [BREAKING] Korban Meninggal Virus Corona Bertambah Jadi 78 Orang

2. Jumlah korban meninggal akibat COVID-19 di Indonesia capai 78 orang

Terinfeksi Virus Corona, Dokter di Kota Bandung Meninggal DuniaIDN Times/covid19.go.id

Jumlah korban meninggal akibat virus corona bertambah 20 orang. Data sehari sebelumnya menyebutkan jumlah pasien meninggal sebanyak 58 orang.

"Yang meninggal ada penambahan 20 kasus, sehingga total 78," ujar Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto melalui siaran langsung di channel YouTube BNPB Indonesia, Kamis (26/3).

Yuri juga menyebut jumlah kasus positif virus corona bertambah sebanyak 103 orang, dari sebelumnya sebanyak 790 kasus.

"Ada penambahan kasus positif sebanyak 103 kasus. Sehingga total 893 kasus," kata Yuri.

3. Ini tiga tahapan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19

Terinfeksi Virus Corona, Dokter di Kota Bandung Meninggal DuniaJuru Bicara Pemerintah COVID-19, Achmad Yurianto. Dok BNPB

Di sisi lain, Yuri meminta kepada masyarakat untuk terus mematuhi imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah. Hal tersebut, kata dia, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona yang ada di Indonesia. Iya menjelaskan, ada tiga tahap yang harus dilakukan masyarakat.

“Pertama harus dilaksanakan pembatasan kontak fisik dalam komunikasi sehari-hari, bukan hanya di luar rumah tapi juga di dalam rumah. Ini penting karena ini penyakit menular dari orang sakit ke orang sehat melalui percikan ludah pada saat yang sedang sakit batuk, bersin, dan berbicara,” kata Yurianto.

Kedua, masyarakat diminta untuk menerapkan hidup bersih dan sehat dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan sabun, mengingat percikan air liur pasien COVID-19 bisa menempel di sejumlah benda yang ada di sekitarnya.

“Ini kenapa pemerintah serukan kerja di rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah. Ini untuk mengurangi penularan penyakit ini,” ujarnya.

Ketiga, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Jika memiliki gejala terinfeksi COVID-19 seperti batuk, influenza, dan sesak napas, alangkah baiknya untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan setempat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terkait kesehatannya.

“Nanti tenaga kesehatan membantu secara detail dan pemeriksaan lanjutan. Bisa saja ini disebabkan oleh COVID-19 atau bukan. Jangan tebak-tebak sendiri, sebaiknya konsultasi agar bisa dapat informasi yang benar dan bisa ambil langkah yang tepat tanpa ada kepanikan,” ucapnya.

Baca Juga: Indonesia Memanggil 1500 Dokter dan Relawan Kemanusiaan Lawan COVID-19

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya