Wan Aniska di Gen Z memilih IDN Times (IDN Times/Youtube.com)
Aniska menjelaskan senior dan anak muda mempunyai isu-isu yang relatif berbeda. Salah satu yang difokuskan sebagai anak muda adalah perempuan, karena menurut Aniska setengah populasi pemilih adalah perempuan.
Nyatanya, menurut Aniska, sampai sekarang masih banyak anggota parlemen dan legislatif yang belum mampu mengurusi isu perempuan.
“Aku maaf banget nih anggota parlemen, anggota legislatif yang sekarang tuh tidak bisa mampu menyelesaikan isu perempuan dengan maksimal, dan aku sebagai perempuan concern dengan itu ini kayaknya harus memberikan efek jera,” sebut dia.
Aniska pun mengingatkan agar jangan melihat seseorang dari umur atau pun gender, tetapi melihat yang diberikan dan diusahakan.
Dia menceritakan pengalamannya terkait gender di dapilnya sendiri. Bahkan, Alat Peraga Kampanye (APK)-nya dirusak.
“Baliho nih contohnya baliho dan itu di sekelilingnya itu baliho orang-orang yang usianya udah lebih tua, terus incumbent. (Baliho saya) kemudian dicoret-coret dengan tulisan-tulisan, dia merusak tapi tulisannya 'eh bodynya cantik ya',” ujar Aniska.
Aniska tak habis pikir dengan aksi tersebut. “Kalian selalu beranggapan kalau kita gak mampu, tapi dengan APK aja kalian merasa terancam nih,” katanya.