Comscore Tracker

Awan Berbentuk Piringan Hiasi Langit Merapi dan Merbabu, Ada Apa?

Fenomena alam langka ini viral di media sosial

Semarang, IDN Times - Awan berbentuk seperti piringan berukuran raksasa yang muncul di langit Gunung Merapi, Lawu, hingga Merbabu, Kamis (5/11/2020), membuat geger warganet.

Banyak warganet melaporkan foto penampakan awan yang unik tersebut, dan diunggah ke akun media sosial mereka hingga viral.

Baca Juga: Waspada! Gunung Merapi Mengalami 26 Kali Gempa Guguran

1. Fenomena awan berbentuk piringan muncul sejak pagi hari

Warganet yang mengunggah penampakan langka tersebut menyebut, penampakan awan tersebut terjadi pada pagi hari.

Pemilik akun Twitter @linawidha mengunggah foto fenomenal tersebut pada pukul 07.27.

2. Awan unik tersebut jenis Lentikular yang bisa bertahan hingga berhari-hari

Astronom amatir Indonesia Ma'rufin Sudibyo menyebut awan-awan tersebut dilaporkan dari sisi utara Gunung Merapi tampak lebih menarik, karena panorama awan berputar terdapat dua bentuk. Yakni satu tepat di puncak Gunung Merbabu dan satunya lagi di sisi barat Gunung Merapi.

Panorama unik tersebut merupakan fenomena awan Lentikular. Awan tersebut adalah awan stasioner atau tidak bergerak maupun menetap di satu tempat, yang terbentuk saat aliran udara lembab menubruk suatu penghalang besar, sehingga membentuk pusaran stasioner. Penghalang tersebut bisa berupa benda padat atau pun lapisan udara yang lebih tenang.

"Dalam pusaran tersebut awan Lentikular terbentuk dan diperkirakan bisa bertahan mulai beberapa jam hingga berhari-hari kemudian," kata Ma'rufin.

3. Awan unik ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi

Awan Berbentuk Piringan Hiasi Langit Merapi dan Merbabu, Ada Apa?(Twitter/@DeepAss5)

Meski tampak indah, awan itu sesungguhnya berbahaya. Sebab, terbentuk di puncak gunung yang menandakan sedang terjadi pusaran angin seperti badai.

Bagi pendaki gunung, embusan angin itu bisa mendatangkan momok terjadinya hipotermia. Untuk penerbangan, awan dan pusaran angin itu juga berbahaya lantaran bersifat turbulen yang bisa mengakibatkan pesawat terguncang hingga  kehilangan ketinggian dengan cepat.

Perlu diketahui, awan Lentikular kerap dijumpai di Indonesia, khususnya saat musim hujan, ketika cuaca relatif cerah dan berangin. Awan ini terbenuk akibat dinamika atmosfer dan tidak ada kaitan dengan aktivitas vulkanik gunung.

"Tak ada kaitannya dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Tak perlu ditafsirkan macam-macam karena sering terjadi," tegas Ma'rufin.

Baca Juga: Letusan Gunung Merapi Mirip Kepala Bebek, Warga Percaya Bawa Pesan 

Topic:

  • Rochmanudin
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya