Comscore Tracker

Cerita Waseso Mengenai Putrinya Ditangkap dalam OTT KPK di Yogyakarta

Waseso menilai putrinya tak menyebabkan kerugian negara

Surakarta, IDN Times - Kantor CV Kusuma Tjandra Contractor yang beralamat Jalan Mawar Timur II, RT 05/RW09, Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, terlihat sepi ketika dilihat pada Selasa (20/8). Dikutip dari kantor berita Antara, CV itu merupakan kontraktor yang mengerjakan proyek gorong-gorong di Jalan Babaran, Yogyakarta dan kini tengah disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Perusahaan kontraktor itu diketahui milik salah satu tersangka yakni Gabriella Yuan Ana. Ayah Gabriella, Waseso tak membantah putrinya memang mengerjakan proyek tersebut. Namun, ia bersikeras putrinya itu tak melakukan kesalahan, karena tidak menyebabkan kerugian keuangan negara. Padahal, menurut institusi antirasuah, Gabriella telah memberi suap ke jaksa yang seharusnya mengawasi jalannya proyek itu. 

Lalu, bagaimana kondisi Gabriella kini? 

Baca Juga: Jaksa yang Kena OTT Telah Tiba di Gedung KPK

1. Walau uang muka belum cair namun perusahaan milik Gabriella sudah mulai mencicil pekerjaan proyek gorong-gorong

Cerita Waseso Mengenai Putrinya Ditangkap dalam OTT KPK di YogyakartaIDN Times/Tunggul Kumoro

Waseso, selaku ayah Gabriella, mengakui putrinya memang ditangkap oleh penyidik KPK. Namun, ia tidak paham mengapa putrinya itu dilabeli telah berbuat korupsi. 

Waseso menjelaskan dalam kontrak dengan Dinas Pekerjaan Umum, perusahaan milik Gabriella sudah ditunjuk sebagai pemenang. Namun, hingga saat ini Surat Perjanjian Kerja sama (SPK) belum ada. Putrinya pun masih harus menunggu proses Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang harus dipindah terlebih dahulu di Yogyakarta.

"Anak saya melakukan pekerjaan gorong-gorong di Yogyakarta. SPK belum jadi, tetapi proses lelang sudah berjalan. Pemindahan ini khusus untuk proyek itu. Sambil menunggu SPK kami 'nyicil' pekerjaan," kata Waseso di Solo.

Baca Juga: Kejakgung Serahkan Jaksa Satriawan yang Diburu oleh KPK

2. Waseso menilai putrinya tak menyebabkan kerugian keuangan negara

Cerita Waseso Mengenai Putrinya Ditangkap dalam OTT KPK di Yogyakarta(Penyidik KPK menunjukan barang bukti OTT Jaksa di Yogyakarta) ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Menurut Waseso, perusahaan milik putrinya belum menerima uang muka yang telah disepakati untuk pengerjaan proyek gorong-gorong tersebut. Sehingga, ia mengaku bingung apabila putrinya disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara. 

"Hanya mungkin ada biaya operasional untuk mengurus administrasi atau apa. Mungkin yang dikatakan 'nyuap' itu ya. Tetapi kan saya tidak 'ngerti' jelas," kata Waseso. 

Ia mengatakan nilai proyek gorong-gorong yang akan dikerjakan anaknya senilai Rp4 miliar. Sementara, menurut KPK, proses kongkalikong antara perusahaan milik Gabriella, PT Manira Arta Rama Mandiri, dengan jaksa justru sudah terjadi sejak awal. Jaksa Eka Safitra ikut mengarahkan agar perusahaan milik Gabriella lah yang memenangkan proyek pengerjaan gorong-gorong tersebut. 

Berdasarkan data, nilai kontrak yang disepakati oleh PT Manira Arta Rama Mandiri dan Dinas PU yakni mencapai Rp8,3 miliar. 

3. Gabriella belum didampingi pengacara

Cerita Waseso Mengenai Putrinya Ditangkap dalam OTT KPK di Yogyakarta(Gabriella Yuan Ana) ANTARA FOTO/Reno Esnir

Waseso mengatakan di proses awal penangkapan, putrinya belum didampingi pengacara. Hal itu lantaran belum ada izin dari institusi antirasuah. 

"Kemarin waktu kami menghadirkan 'lawyer' (pengacara), KPK belum mengizinkan karena prosesnya baru BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Kalau status sudah jelas baru diizinkan ada pendamping 'lawyer'. Pada Selasa pagi, setelah subuh anak saya dengan beberapa orang lain sudah dibawa (KPK) ke Jakarta," kata dia. 

Kini, Gabriella ditahan selama 20 hari pertama di rutan KPK cabang K-4 yang berada di belakang gedung Merah Putih. 

4. Bangunan perusahaan kontraktor yang digunakan oleh Gabriella sepi

Cerita Waseso Mengenai Putrinya Ditangkap dalam OTT KPK di YogyakartaANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Sementara, bangunan milik CV Kusuma Tjandra Contractor itu terlihat sepi. Dari luar tampak disegel oleh KPK dengan tulisan "Dalam Pengawasan KPK". Salah satu warga, Mulyono mengatakan pemilik kantor tersebut bernama Candra. Meski demikian, ia tidak mengenalnya.

Mulyono bahkan tidak mengetahui ihwal penangkapan ataupun penggeledahan oleh KPK. Apalagi, di kantor tersebut tidak pernah terlihat aktivitas yang mencolok setiap harinya.

"Saya tidak tahu ada penggeledahan. Kemarin juga tidak ada ramai-ramai," kata Mulyono, Selasa (20/8).

Baca Juga: KPK: Uang dalam OTT Jaksa di Yogya Terkait Proyek di Dinas PU

Topic:

  • Santi Dewi
  • Anata Siregar

Just For You