ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Kemitraan-kemitraan seperti yang dia jabarkan yang akan memperbaiki perekonomian umat. Tanpa pendekatan-pendekatan ekonomi seperti itu, sambung Presiden, maka jurang (gap) antara yang kaya dan yang miskin akan semakin lebar.
“Jangan sampai ada suara-suara seperti Jokowi tidak pro-Islam,” ujar Presiden.
Tak sampai di situ, Jokowi kemudian menyinggung Peraturan Presiden (Perpres) tentang Hari Santri Nasional. "Siapa yang membuat itu. Masak sudah kayak gitu tidak pro-Islam,” sambungnya.
Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak masyarakat tidak terjebak pada isu-isu politik. Ia menilai, isu-isu itu muncul karena urusan politik, mulai dari pemilihan bupati, gubernur, wali kota, hingga presiden. “Ini semua dimulai dari situ. Jangan diteruskan. Stop!” pinta Presiden seraya menyebutkan, itu semua karena pintarnya orang-orang politik mempengaruhi, dan banyak yang terpengaruh.