Surabaya, IDN Times - Kasus penyakit difteri di wilayah Provinsi Jawa Timur mulai masuk status Kejadian Luar Biasa. Tercatat, sejak Januari hingga awal Desember 2017, sebanyak 318 kasus sudah terjadi. Di antara angka tersebut, sebanyak 12 anak harus meninggal dunia. Untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menyiapkan sejumlah langkah penanganan.
"Kegiatannya antara lain bulan akselerasi cakupan imunisasi difteri 7 dosis di Jatim melalui imunisasi rutin, sweeping, imunisasi lanjutan dan imunisasi di SD," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso dalam keterangan yang diterima IDN Times.
Difteri sendiri adalah infeksi yang diakibatkan oleh bakteri. Penyakit ini menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Jika sudah pada tahap lanjut, bakteri yang menyebar bisa merusak jaringan pada hidung dan tenggorokan